Fenomena Pandemi dan Jualan Online




Salah satu cara untuk bertahan di masa pandemi adalah menambah pemasukan. Kalau ngomongin soal pemasukan pasti nggak jauh-jauh dari kegiatan berjualan.

Yap, banyak banget ya orang-orang yang sekarang buka usaha. Tulisan ini bukan bermaksud nyinyir atau iri gitu ya. Ambil yang sekiranya baik, buang yang buruk. Aku cuma menyampaikan berdasar apa yang pernah aku rasakan. Soal kegiatan buka usaha sendiri yang sudah bikin geger warga satu kampung lalu berakhir bangkrut.

Malu iya tapi aku ya biasa aja karena sudah yakin semua ada hikmahnya kok. Wqwq sungguh klise.

Balik lagi, ngomongin tren buka olshop di masa pandemi.

Beberapa hal yang aku soroti, kebanyakan orang menganggap (termasuk aku nih) dengan berjualan (online) otomatis kita bisa langsung cuan. Cuma kenyataannya tak semudah itu ferguso. Jualan online memang minim biaya karena nggak pakai sewa gedung, belanja inventaris endebrei, cuma ya sama aja dengan bentuk usaha lainnya. Sama-sama butuh waktu dan proses agar menghasilkan.

Sedihnya, gara-gara apa yang dibayangkan berbanding terbalik dengan kenyataan, bikin banyak orang trauma untuk jualan online. Buktinya aku nemu banyak banget akun yang sedang cari kerjaan, apapun dia mau asal bukan jualan online. Kayak trauma gitu lho sis.

Jadi kalau mau naik kelas ya memang sih kita harus investasi dulu, entah dengan waktu tidur yang dikorting lalu diisi dengan dengar video YouTube atau tutorial terkait jualan biar beranda toko online kita nggak malu-maluin. Or ngampet enggak jajan, sementara uangnya dipakai beli buku atau ikut kelas yang bisa naikin kualitas kita sebagai penjual online.  Gitu-gitu. 

Nggak mungkin kan kita keluar modal 50ribu baliknya jutaan. Pasti ada modal lain yang wujudnya bukan uang.

Aku pribadi ada sih niat jualan online demi (((pmekaran))) biar nggak ngandelin blog melulu. Cuma, menyadari sifatku yang idealis ini  aku pingin punya tabungan dulu biar jalanku merintis usaha bisa nyaman enggak terbebani kebutuhan yang memang nggak bisa ditunda. Pengalaman gagal kuanggap sebagai cara dari Yang Kuasa biar aku tahu kapan ngerem kapan ngebut. Oh, gagal tuh gini gini, penyebabnya gini, so ke depan aku nggak boleh gini.

Gini apaan sih? Gini yang kumaksud adalah enggak beresin prioritas keuangan dulu, loss aja langsung buka usaha. 

Akhir kata, nggak ada usaha yang mengkhianati hasil. Jadi semangat ya.


0 Response to "Fenomena Pandemi dan Jualan Online"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel