Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

Tips Menyapih Happy Ending

Gambar
Senang deh! Hari pertama putus nenen berlangsung damai. Anak kooperatif sekali. Makasih sayang!

*Haha nggak tahu lah nanti malam, biasanya kalau malam kan minta nenen. Akankah drama? 😲

Btw untuk sampai ke sana nggak instan sih. Yaa semua berproses.

Ihh jadi gatel pingin cerita.

Karena banyak teman saya yang baru hamil untuk pertama kalinya, baru punya anak belum masuk masa sapih bahkan ada yang baru saja menikah. Siapa tahu berguna. Hehe.

Dan kalau lihat senior dekat rumah, saya kok jadi merasa sedih yaa lihat si adek. Nggak tahu apa ujug-ujug nenen terasa pahit. Seolah dipaksa untuk segera menyudahi 'relationship' indah ini.

Ini sama kayak orang gede pacaran tetiba diputus sepihak.

Sakit?

Normalnya. Itu kan ibarat diputus pas masih sayang-sayangnya 😰 *enggak curhat lho!

Yang saya lihat si adek cenderung terpukul. Padahal menyapih bukanlah kompetisi siapa yang lebih dulu berhasil kan?

Pun untuk menjadi ibu.

Bukan tentang anak siapa yang lebih unggul dibanding anak siapa tapi …

Tips Liburan Happy Ending Bersama Si Kecil

Gambar
Libur telah tibaaa.. Horeeee..

Barangkali saya akan terus menyanyikan lagu ini kalau masih jadi anak sekolah.

(jangan lupa pasang setting 90an 😑😑😑)

Musim libur selalu mendapat tempat ternyaman di hati semua orang. Apalagi kalau libur panjang seperti libur akhir tahun.

Yaa kan?

Saya si ibu dari putri berusia dua tahun pun tak ingin melewatkan momen berlibur.


Dan setuju yaa kalau bepergian bersama balita berbeda rasanya dengan pergi hanya berdua atau sendiri? Lebih kerasa rempongnya!

Maklum karena dari sisi kemandirian, anak masih dalam tahap belajar.

Acara menikmati es krim satu cup kecil saja bisa berubah menjadi drama kalau sang penikmatnya adalah si kecil. Hehe..

Namun biar begitu saya yakin bahwa semua orang tua terutama ibu lebih memilih nggak apa rempong yang penting si anak sehat.

Olret?

Sayangnya sistem imun si kecil yang masih lemah membuatnya lebih gampang sakit. Apalagi di musim pancaroba seperti ini.

Sudah banyak yang tahu ya kalau musim peralihan ini membuat daya tahan tu…

My Another Resolution(s)

Gambar
2017 adalah tahun tersemangat saya untuk nge-blog dibanding tahun sebelumnya. Menjadi tahun paling serius blogging ya mungkin karena kurang kerjaan kan sudah resign tapi tetep pingin beraktualisasi.  😂

Di sekitar tiga bulan terakhir di 2017, saya rajin banget belajar blog. Untuk itu di tahun 2018 yang Insya Alloh segera kita songsong, Bismillah resolusi saya nggak akan jauh dari dunia BLOGGING. hehe..

Sambil berharap, saya bisa terus konsisten.

Yaitu,

1. Dari segi barang, yang pingin saya miliki adalah Laptop dan HP yang kamera-nya bagus.

Simple, karena saya belum punya. Haha.

2. Saya ingin memperdalam bahasa Inggris.

Duh, makin ke sini makin kerasa pentingnya menguasai bahasa internasional ini.

Angan saya yang pernah ingin kuliah di English Literature memang sudah hilang terhempas odong-odong tapi impian untuk setidaknya menguasai sepenuhnya bahasa tersebut tetap ada.

Bukan sekedar keren-kerenan tapi kemarin mau beli custome template aja pas baca deskripsi isinya full bahasa Inggris…

Menjadi Ibu Produktif nan Bahagia, Bagaimana Caranya?

Gambar
Bermula dari harus menulis artikel tentang sosok inspiratif dan saya yang terbiasa mikir hal-hal berbau dreamy otomatis mengalami kesusahan.

Setelah membaca profil beberapa orang tersohor di bumi ini dan tetap fail, hmm akhirnya saya bertemu dengan sosok pujaan.

Yaa masih dari dunia per-blogging-an..

Annisa Steviani

Wanita kelahiran Bandung pemilik annisast.com ini selain nge-blog juga merupakan seorang ibu dari Azxylo dan aworking mom. 

Beberapa yang membikinnya spesial adalah,

1. Sebagai ibu dia menaruh perhatian besar pada hal-hal yang sering luput dari perhatian seperti gosok gigi. Kalimat andalannya adalah KARENA GIGI VISUAL

Gigi merupakan sesuatu yang amat esensial yaa nggak sih?

Karena selain susah dan sakit kalau terlanjur jelek biaya untuk mereparasinya pun tak sedikit.

Jadi suka sedih deh kalau menemukan sosok ibu yang sukses tapi gigi anaknya ada karies.😢

2. Memilih menggunakan uang untuk daycare daripada membeli tas.

Serius atau bercanda ini saya temukan di sebuah kolom k…

Curhat di Medsos, Bolehkah?

Gambar
Hmm,

Ide untuk menulisnya muncul ketika aku membaca status teman di Whatsapp. Sekaligus karena kegiatan ini bersinggungan sekali denganku. Curhat di medsos bahkan nyaris menjadi kebiasaan. 😂😂😂

Namun berbeda dengan ketika remaja dulu dimana curcol di medsos lebih untuk hal-hal tak berfaedah.

Namanya juga remaja. Pernah ada di satu titik dimana, curhat yang lebih kepada ngumpulin like dan caper.

Pliz ya norak banget. Hahaha.

Era terobsesi pada hanya semata menginginkan like pun berubah : ingin menjadi orang yang bermanfaat.

Ohh kuterharu..

Jadi di setiap curcolanku, kuberharap ada pelajaran yang bisa dipetik.

Sebenarnya punya kebiasaan menulis cerpen dan kita kan diharuskan mencari 'amanah'.

Dalam menulis, dengan selalu mencantumkan benang merah bahwa Tuhan adil. Tapi ini lebih ke pengalaman rohani sih. Sengenes apapun, kalau kita melihatnya dari sisi positif Insya Alloh hasilnya pasti akan positif.

Dan belakangan, saya seneng banget berbagi soal pengalaman mengasuh anak.

Ten…

Kiat Capai Resolusi

Gambar
Mendadak sedih saat di suatu pagi mendapati ayah yang berdiri untuk ke kamar kecil saja tak mampu.

Bukan soal enggan melayaninya mengingat ayah lah yang mencurahkan perhatian penuh pada setiap anggota keluarga terlebih saat ada yang sedang sakit.

Ayah lebih dari sekedar tulang punggung, ayah lah tempat kami mengaduh. Biasanya usai curhat pada beliau perasaan kami menjadi lega.

Namun lebih kepada rasa khawatir yang sewaktu-waktu hadir saat ayah sedang sakit. Tengah malam terbangun karena permintaan ayah untuk diantar ke rumah sakit itu lho yang horor.

Pekerjaan ayah yang kadang harus di lapangan membuat beliau tak mengontrol asupan yang masuk. Yang penting bisa tersaji cepat, kenyang agar bisa segera melanjutkan pekerjaan. Lebih-lebih ayah memang pecinta sayuran bersantan dan hmm, lingkungan membuat beliau akrab dengan rokok.

Sejak dulu ayah menderita sakit maag dan menginjak usia pensiun sakit ayah malah semakin kompleks.

Huhuuu sedih yaa karena mengikuti tapi kok tren penyakit. Iya,…

Menangkis Rasa Malu

Gambar
Tergabung dalam komunitas membuat saya bertemu dengan banyak karakter, menemukan masalah plus trik menyelesaikannya. Terkadang, ide-ide baru pun muncul hanya dari percakapan di grup atau scroll sana sini di laman Facebook.
Berkomunitas ternyata bermanfaat sekali yaa.. 💕💕💕
Entah untuk mereka yang hobi ngrajut, mommy blogger terlebih bagi yang punya bisnis.
Dan dari sekian banyak hal yang paling sering saya temui adalah,




Perasaan minder seseorang untuk mempublikasikan karyanya.
Saya merasa tertantang untuk mengomentarinya. Tak lain adalah karena saya pernah terkungkung dalam mindset seperti itu.
Penyakit malu saya tergolong akut. Rasa ke-enggak-PD-an, rasa tidak nyaman memperlihatkan karya pada dunia perfacebookan-.
Alasannya karena saya merasa adalah pemula yang penuh cacat. Bikin tulisan masih di level curhat colongan, paling pol juga riset kecil-kecilan hasil mengamati orang-orang di sekitar.
Saya takut ngomongin idealisme di hadapan umum. Saya takut membuat karya yang menuai kri…