Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

Menjadi Ibu Produktif nan Bahagia, Bagaimana Caranya?




Bermula dari harus menulis artikel tentang sosok inspiratif dan saya yang terbiasa mikir hal-hal berbau dreamy otomatis mengalami kesusahan.

Setelah membaca profil beberapa orang tersohor di bumi ini dan tetap fail, hmm akhirnya saya bertemu dengan sosok pujaan.

Yaa masih dari dunia per-blogging-an..

Annisa Steviani

Wanita kelahiran Bandung pemilik annisast.com ini selain nge-blog juga merupakan seorang ibu dari Azxylo dan a working mom. 

Beberapa yang membikinnya spesial adalah,

1. Sebagai ibu dia menaruh perhatian besar pada hal-hal yang sering luput dari perhatian seperti gosok gigi. Kalimat andalannya adalah KARENA GIGI VISUAL

Gigi merupakan sesuatu yang amat esensial yaa nggak sih?

Karena selain susah dan sakit kalau terlanjur jelek biaya untuk mereparasinya pun tak sedikit.

Jadi suka sedih deh kalau menemukan sosok ibu yang sukses tapi gigi anaknya ada karies.😢

2. Memilih menggunakan uang untuk daycare daripada membeli tas.

Serius atau bercanda ini saya temukan di sebuah kolom komentar. Hehe..

Saya suka tentang persepsinya untuk lebih menggunakan jasa daycare daripada memakai pengasuh atau malah merekrut kakek-nenek.

Sudut pandangnya luas. Bahwa ketika menitipkan anak tidak hanya sekedar anteng. Namun semua perlu visi misi bahkan dalam anak menghabiskan waktunya untuk bermain.

Gaya parenting antara orang tua jaman now dengan orangtua jaman old alias kakek-nenek memang mempunyai banyak perbedaan.

Walau judulnya 'dititipkan' tapi sang ibu memikirkan hingga detailnya lho, misalkan, tempat tidur bergantian atau sendiri-sendiri.

Mbaknya tidak hanya satu sehingga secara logika kemungkinan untuk melakukan hal yang membahayakan anak, kecil. Atau kalau anak kenapa-kenapa yaa si ibu tahu. Daycare memiliki semacam kepala sekolah sebagai penanggung jawab. Di daycare juga ada psikolog untuk berkonsultasi.

Yang bikin iri selanjutnya bagi saya pribadi adalah soal anak yang nggak bisa jajan. Impian yang gagal. Hikz.

3. Prestasi blogging

Bicara soal per-blogging-an, meski ngakunya cuma dikerjakan sambil nunggu jemputan tapi prestasinya dahsyat beud.

Sok mangga scroll di blog-nya 😁😁😁 *nggak niat banget sih!

Yang bikin kagum selanjutnya adalah,

4. Komitmen pada pemberian ASI.

Terakhir menurut saya,

5. Dia enggak kumal. Gayanya tetep asyik meski sudah punya anak.

Yang kemudian saya catat dari sosoknya adalah sebagai seorang perempuan yang telah menjadi ibu kita memang penuh dengan tanggung jawab tapi yang perlu diingat adalah jangan lupakan hal-hal yang bikin hati bahagia.

Ini yang sering terlupa. Setelah menikah dunia perempuan seolah hanyut. Bahkan kebanyakan memilih resign. Potensi diri yang seharusnya ada tergerus oleh tugas domestik dan urusan anak.

Karena yes walau tidak lagi terikat jam kerja justru ketika di rumah kita bakal kesusahan untuk melakukan hal lain di luar nemenin anak. *Curhat.

Hehehe, cucian aja dibiarkan terendam begitu saja boro-boro nyanyi sambil mandi ala putri kraton.

Tidak salah sih justru idaman menjadi istri yang di rumah untuk mendedikasikan diri untuk keluarga terlebih ibulah sekolah pertama untuk anaknya namun yaa itu tadi kadang wanita menjadi lupa soal kebahagiaan dirinya.

Lantas bagaimana caranya bila ingin menjadi ibu bahagia nan produktif, belajar dari sosok seorang Annisa Steviani,

1. Tahu apa yang menjadi prioritas

2. Menejemen waktu yang baik

3. Delegasi tugas

4. Komunikasi yang baik dengan suami sebagai partner terdekat.

5. Me-time.

Yes karena dari melakukan sesuatu yang disukai biasanya semangat bakal up lagi.

Sudah ah segitu dulu. Hehehe.

Nyambung nggak sih? 😅

Nyambung nggak nyambung,

Selamat hari ibu, jangan lupa bahagia 😉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh