Haha Hihi Saat Menyentuh Kepala Empat, Versi Saya



Alhamdulillah masih agak lama sih tapi ini dia beberapa yang ingin saya lakukan agar usia 40 tahun saya tetap haha-hihi, 

1. Berkebun

Sejak kecil saya sudah akrab dengan dunia tanaman. Ibu saya suka sekali bunga anggrek. Sampai pernah ada yang menawar anggrek koleksinya tapi nggak dikasih. 

Setiap ada pameran, stand yang tak luput dari kunjungan adalah stand pembudidayaan tanaman anggrek.

Sebuah kiriman dibagikan oleh www.holatami.com (@tammyatammy) pada


Ingat banget, saya cuma bisa terkagum-kagum ketika melihat anggrek yang dibudidayakan di botol-botol kaca ukuran mini.  

Pulang dari sana pasti membawa oleh-oleh pot berisi anggrek. 

Dan suatu hari nanti di umur empat puluh tahun *semoga masih diberi waktu* saya pingin meluangkan waktu untuk kembali merawat anggrek-anggrek.

Selain anggrek saya juga pingin bikin apotek hidup. 


Biar kalau sakit nggak dikit-dikit ke dokter.


Daun yodium ini andalan banget kalau ada yang lagi kena luka gores


Yaps, setelah resmi menyandang status ibu saya lebih suka yang serba herbal.


Daun merica koleksi ibu


2. Beternak

Bukan bebek yang ingin saya piara tapi ayam.

Saya pernah memelihara ayam dengan jumlah sampai  banyak. Sedangkan saya kanak-kanak suka sekali mainan anak bebek di bak besar. 

Lucu sih mereka. 😁

Alasan mengapa saya lebih memilih memelihara ayam daripada bebek adalah karena bebek terlalu becek.

*perasaan kok kayak lagi bikin pantun

Selain ayam saya juga ingin memelihara ikan. Hoho.. 

Yuhhhuuu.. Dunia tumbuhan dan hewan sengaja saya pilih karena mereka mampu meredam stres. 

Sekarang anak masih umur dua tahun saja saya lumayan stres.

Mungkin nanti lebih rentan stres karena fisik menurun serta masalah jauh lebih kompleks. 

Saat ini saya ingin lebih fokus di nge-blog, menjadi kontributor media online dan rencana terdekat pingin mencoba peruntungan di media cetak. 

Proses sampai diterbitkannya karya di media cetak sepertinya lebih menantang.

3. Fokus menulis cerita anak

Genre yang hingga kini saya hindari karena merasa susah. Ternyata menjadi terlalu sederhana sangat memilukan.

Selain memberi tantangan agar tetap produktif menulis di usia 40 tahunan yaa karena saya merasa bertanggung jawab memberikan bacaan yang baik untuk anak. 

Ahh semua masih jauh di atas awang. Semoga Alloh berkenan mengabulkan. 😇😇😇



Tidak ada komentar