Perkembangan Anak Umur 4 Tahun yang Bikin Gemas


Antara percaya dan tidak, ternyata anak saya sudah berumur 4 tahun. Sebuah bilangan yang awalnya saya anggap jauh di awang-awang namun ternyata pada November 2019 kemarin, saya telah sampai di titik tersebut.

Memiliki anak umur 4 tahun (walaupun baru beberapa bulan) membuat saya menyaksikan beragam hal yang sebelumnya tidak pernah saya lihat.

Ia mulai rajin menanyakan segala sesuatu sampai detail sekali. *akhirnya ngerasain juga sesuatu yang sebelumnya hanya saya dengar dari orang-orang di sekitar.

Melalui bacaan yang saya dapat, inilah beberapa hal yang sebaiknya dilakukan orang tua untuk menganggapi rasa kritis si kecil,

1. Menjawab dengan jujur menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak kecil


Ini nih part yang sering bikin saya zonk, karena banyak sekali hal-hal absurb yang mulai ia ditanyakan. Kalau enggak absurb ya biasanya sulit untuk dijelaskan.

Kalau kebetulan saya enggak bisa menjawab saya bakal bilang, "besok ya ibu cari tahu dulu."

Ya, beneran harus dicari.


2. Saat menghadapi anak yang sedang bertanya jangan bagi perhatian dengan melakukan hal lain


Hal ini mungkin semacam 11-12 dengan enggak boleh mainan handphone saat bersama anak yaa.. Kita harus memusatkan perhatian sepenuhnya. Mungkin agar ia merasa dihargai (juga belajar secara tidak langsung cara menghargai).

3. Jangan anggap remeh ocehannya

Bila dilihat dari sudut pandang orang dewasa, ya memang ocehan anak kecil tuh bisa dibilang enggak penting.

Tapi, jangan pernah anggap remeh pertanyaan ataupun ocehannya ya. Ia bertanya pada kita (orang tua) artinya ia menaruh kepercayaan. Sedihnya, kalau orang tua cuekin anak, ia akan kapok dan mencari jawaban di tempat lain.

Kan nggak mau, kalau hal ini kebawa hingga dewasa dan ia justru terbiasa mencari orang lain sebagai tempat curhat pertama.

Selain sering melemparkan pertanyaan secara detail, anak umur 4 tahun ini juga mulai banyak kegiatan bersama teman-temannya. So, nggak boleh baper ya ketika dia sudah nggak selalu nempel dengan ibunya.

Di sini bikin saya makin sadar. Saat bersama anak memang sebaiknya lupakan gadget (benda yang selama ini jadi biang kerok penghalang bonding bersama anak). Karena rasa sepi tanpa anak baru terasa terutama saat dia nggak berada di samping kita.

Tapi di fase ini saya sekaligus merasa bahagia, maksudnya karena saya mulai memiliki waktu lebih untuk melakukan kegiatan lain yang tidak bisa melibatkan anak.

Kalau tadi ngomongin hal-hal menakjubkan, yuk mulai bicara soal problem yang dihadapi bersama si umur 4 tahun ini.

Problem Anak Umur 4 Tahun

Kebetulan sekali di rumah saya ada 4 orang anak perempuan yang sama-sama berusia 4 tahun.

Nah, salah satu yang sangat saya rasakan adalah ego mereka yang masih lumayan tinggi. Jadi misal nih, anak-anak sedang ngumpul. Kemudian ada satu jenis mainan dengan jumlah terbatas yang ingin dimainkan semua anak. Nah, di sini nih, sering sekali menimbulkan konflik; rebutan ber-ending nangis, waoooow..

Salah satu hal yang saya lakukan kalau kebetulan menemani mereka bermain, ya apalagi kalau bukan ancang-ancang sebelum konflik itu beneran meledak.

Hal yang bisa dilakukan agar tangis mereka mereda adalah kasih mainan satu satu alias menerapkan pola bermain secara paralel.

Sulit disuruh tidur. Padahal ya dia ngantuk tapi sok banget enggak mau merem.

Beberapa hal yang coba saya ajarkan kepada anak umur 4 tahun saya :


  • Umur segini belum terlambat untuk meluruskan pola pikirnya yang mungkin saja kurang betul. Alasannya, kebanyakan anak umur 4 tahun sudah bisa diajak komunikasi dua arah.
  • Karakter ternyata menular, anak yang awalnya cengeng, yang awalnya pemalu menjadi lebih pede lho ketika bersama temannya yang memiliki rasa percaya diri atau nggak baperan. Tapi, ya itu, kalau temannya 'gemesin' jangan heran juga si anak ikut gemesin. 
  • Makin ngerti apa itu kepingin barang yang dipakai si A, si B, si C. Huft.


Nah, itulah beberapa pengalaman pribadi terkait perkembangan mental anak umur 4 tahun. Mungkin sedikit banyak berbeda mengingat karakter anak memang tidak sama.

Tidak ada komentar