Bersama Indozone Dapatkan Segudang Ide Bermodal Sentuhan Jari



Sejak memutuskan resign di usia kehamilan 7 bulan, kehidupan saya seketika berubah. Ternyata semua tak semudah seperti yang terbayang di angan. Sambil mengelus perut yang membuncit saya sering membayangkan kegiatan yang akan saya lakukan pasca melahirkan. Saya memang telah merancang apa saja yang akan dilakukan untuk mengisi waktu di sela membersamai si buah hati. Hari-hari yang akan penuh dengan lengkungan senyum tentang betapa indah dan mudahnya membersamai tumbuh kembangnya.

Ketika realita tak seindah ekspektasi. Yap, kontraksi menjelang persalinan adalah awal mula saya menyadari bahwa menjadi ibu tak semudah rancangan. Mulas yang makin lama makin menguat dengan durasi yang lumayan panjang yaitu pukul 8 malam hingga 10.40 keesokan paginya sempat saya rasa. Praktis, satu malam saya tidak tidur dan hanya meronta. Pun dengan suami yang setia ada di samping saya. Ia selalu menjadi sasaran remasan tangan untuk melampiaskan apa yang saya rasa.

Begini ya perjalanan wanita menuju status ibu yang sering digadang-gadang sebagai lambang kesempurnaan itu?

Ternyata lika-liku menjadi ibu tak berhenti sampai di situ. Setelah melahirkan, saya sempat merasakan tidak bisa buang air kecil selama kurang lebih 10 hari. Rasanya? Jangan ditanya! Di minggu-minggu awal kelahiran si baby saya tak bisa istirahat dengan nyaman. Bergeser posisi sedikit saja perut bagian bawah saya terasa nyeri bukan main. Saking tak kuatnya menahan kantuk, akhirnya saya terlelap dengan bantal berada di pangkalan. Bagaimana lagi, saya belum sanggup berada dalam posisi tidur. Pembengkakan kelenjar kencing ini pun membuat saya harus bongkar pasang kateter sebanyak 3 kali. 

Itu hanya sekelumit kisah yang menyambut perjalanan saya menjadi seorang ibu. Tidak melulu tragis meski selalu bikin batin meringis. Ada banyak pelajaran manis yang bisa saya petik dan tak lagi terasa sakit terutama ketika dikenang di kemudian hari. Namun saya nggak mau berdusta. Kehidupan menjadi ibu memang terasa lebih keras dibanding saat masih gadis. 

Melalui status yang saya ketik di media sosial, saya menemukan fakta ternyata saya tak seorang diri. Terbukti dari banyak teman semasa kerja yang juga merasakan hal yang sama. Di luar pengalaman personal tersebut, satu hal yang pasti terasa setelah status seorang ibu berhasil disandang adalah soal kebebasan yang seolah direnggut.

Nah, berikut beberapa hal yang ternyata juga dirasakan oleh sesama ibu yang memutuskan resign setelah memiliki anak :

1. Bosan dengan rutinitas sehari-hari yang monoton. Bosan karena hanya di rumah, tanpa ada kompetisi, pengakuan akan prestasi seperti saat masih bekerja yang secara tak sadar ternyata membuat hidup jauh lebih bergairah.

2. Kualitas diri yang stagnan. Kebanyakan ibu memilih tidak mempelajari hal baru setelah memiliki anak. Konsentrasi mereka telah habis untuk fokus mengurus anak dan pasangan. Mempelajari skill baru demi meningkatkan kualitas diri pun seperti kehabisan masa untuk dilakukan.

3. Kehilangan sumber pendapatan.

Menyadari dunia saya yang terasa monoton, saya pun memutuskan untuk menyeriusi hobi lama saya yaitu menulis. Alasannya, menulis tak hanya menjadi terapi untuk melegakan hati, di situ saya bisa menemukan eksistensi yang selama ini telah jauh terkubur bersama tumpukan pakaian bau kencing, panci kotor setelah masak MP-ASI dan hal-hal berbau domestik semacamnya.

My Life as a Freelance Writer


Dalam prakteknya, menjalani passion dengan jam kerja yang fleksibel tidak lantas menjadi jaminan bahwa pekerjaan bisa melaju tanpa hambatan. Buktinya saya kerap keteteran terutama dengan tren dunia maya tempat saya berkarya dan berdaya yang begitu cepat berganti.

Bersama Indozone Dapatkan Segudang Ide Bermodal Sentuhan Jari

Saya sering merasakan buntu ide dalam menulis. Untuk itu, biasanya saya memperbanyak referensi bacaan yang cukup saya akses dalam genggaman. Tapi, hey, saya tak merasakan sisi uniknya. Kebanyakan, mereka hanya mengulas apa yang juga diulas oleh media lain.

INDOZONE dengan tagline-nya "The Most Engaging Media For Millenials and Gen Z"

Mampu memenuhi kebutuhan referensi saya sebagai penulis konten. Di Indozone saya menemukan banyak insight. Hal ini dikarenakan Indozone memiliki ragam tema, mulai dari teknologi, fakta unik, dunia kecantikan, olah raga.



Hal Menarik Lain dari Indozone


Indozone Merupakan Portal Berita yang Up to Date
Indozone merupakan tempat yang tepat untuk mencari berita terbaru. Bahkan beberapa artikel saya temukan di Indozone sebelum media lain mengulasnya.
 Berita Indozone Ringan dan Segar
Selain berita yang up to date, Indozone pun menyajikan berita ringan dan segar. Sebut saja, berita yang terdapat pada menu FYI (For Your Information). Di menu tersebut, saya bisa menemukan fakta unik yang diulas secara ringan. Disajikan dalam visual membuat kolom ini terasa segar.
Indozone Mengulas Berita dari Sudut Pandang yang Berbeda Alias Out of the Box
Ketika kabar kematian Suli eks member f(X) diberitakan di banyak media, satu hal yang bikin saya suka adalah Indozone mengulasnya dari sudut pandang lain. Selain tidak monoton, cara penyampaian berita seperti ini memberi manfaat lebih. Dalam artikel tersebut saya mendapat info terkait lembaga yang bisa membantu jika seseorang mengalami masalah yang sama. Membaca berita akhirnya tak hanya memperkaya wawasan namun juga memiliki misi sosial yang mulia.

Nah, bersama Indozone kita bisa mendapatkan segudang ide hanya bermodal sentuhan jari, betul?

Tidak ada komentar