Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

Manfaat Blogging bagi IRT yang Saya Rasakan

Berawal dari Surat Cinta


Sebenarnya saya tidak pernah menyukai kegiatan menulis. Justru kerap dibuat uring-uringan saat ujian bahasa karena di dalam soalnya pasti terdapat tugas mengarang.

Saat SD, sengaja saya menulis tugas mengarang dengan huruf dalam ukuran besar agar lembar jawaban milik saya cepat penuh. Hahaha.

Hingga akhirnya ada sebuah peristiwa terjadi ⚡⚡⚡😅.

Saya mendapat semacam tantangan menulis uneg-uneg untuk artis idola.

Ya, berasal dari surat cinta-lah saya seolah dipaksa larut dalam kalimat demi kalimat.

Sejak saat itu saya mengganti label kegiatan menulis dari sesuatu yang membosankan menjadi kegiatan yang bikin kecanduan.

Sebuah Intermezo


Pada kenyataannya meskipun saya sempat menyukai kegiatan menulis tapi kesibukan membuat saya melupakannya.

Menulis bukan lagi sebuah prioritas seiring dengan hadirnya prioritas-prioritas lain yang membutuhkan hasil nyata, uang.

Alloh Maha Baik, ketika saya tidak terlalu memikirkan pernikahan justru jodoh dikirimkan-Nya untuk saya.

Setelah menikah saya semakin merasa diberi kelapangan olehNya, salah satunya dalam hal keuangan.

Suami bekerja, saya memiliki penghasilan sendiri yang Alhamdulillah cukup untuk sekedar foya-foya makan enak.


Foya-foya ala kami : makan mi ayam hehehe.. Saya pinjam gambar di sini

Ditambah belum memiliki kebutuhan mendesak seperti biaya pendidikan anak maupun yang lain.

Setelah empat bulan menikah, saya positif hamil. 

Akhirnya saya memilih keluar dari pekerjaan setelah memiliki anak. Salah satu alasannya karena pekerjaan yang saya sayangi tersebut sayangnya memiliki jam kerja yang tidak IRT friendly.

Dalam perjalanannya saya tidak menyesali keputusan saya memilih resign. Tapi kadang saya merasakan 'takjub' dengan perubahan yang belum pernah saya rasakan.

Bukan sekedar sumber yang tinggal satu dengan kebutuhan yang semakin bertambah, yang mau tak mau membuat saya harus ngerem untuk membeli toner dalam ukuran full size, tapi dari segi kegiatan pun berubah drastis menjadi monoton.

Mandi pagi jarang apalagi jalan-jalan menghirup udara segar wangi khas kertas laporan hehe..

Dari masa-masa transisi tersebut saya mendapat banyak sekali pelajaran. Karena bosan pada rutinitas rumah tangga, saya mencari 'hiburan' yang mampu memenuhi rasa haus saya.

Haus merasa sibuk. Haus merasa produktif. Haus merasa diakui. Haus merasa tertantang. Dan terutama haus memiliki perasaan puas pada diri sendiri karena berhasil menyelesaikan pekerjaan.

Makemak rindu eksistensi.

Kemudian saya nge-blog. Impian lama yang sempat tenggelam. 

Eh, tepat 1 Oktober 2018 pagi saya diingatkan oleh Facebook bahwa 6 tahun lalu pernah menulis sebuah status di beranda,



Manfaat blogging yang saya rasakan,


1. Menghargai hal sekecil apapun


Kegiatan blogging membuat saya menghargai hal-hal yang dulunya saya hamburkan.

Contohnya, sekarang saya lebih menghargai waktu. Semasa gadis, saya kelewat santai. Serba tak berambisi untuk mendapatkan prestasi. 

Setelah memiliki anak dimana waktu saya otomatis terasa habis, sementara saya tetap pingin eksis dengan rutin menyetor blog post otomatis ini membuat saya berfikir kreatif bagaimana seharusnya memanfaatkan waktu, misalkan saat anak tidur siang atau pergi main bersama bapaknya.


2. Daripada nunggu mending cari celah biar mampu




Dulu saya termasuk orang yang pasrah dengan keadaan.

Nggak bisa melakukan sebuah hal ya sudah menyerah. 

Sekarang saya menyesal, karena kurang menghabiskan masa single dengan banyak hal yang susah dilakukan ketika sudah memiliki pengawal (dibaca anak) seperti yang saya rasakan kini.

Saya hobi menghabiskan waktu di rumah padahal saya sadar betul kegiatan di luar rumah yang lebih saya butuhkan karena banyak hal mendewasakan yang terjadi di luar sana.

Sekarang, selama mampu pasti hayuk aja!


Bersama teman satu jaringan di car free day

Saya ngumpet bersama anak saya yang nangis karena bangun tidur tidak menemukan ibunya. Orangtua saya nyusul nganterin anak saya, fiuhh.

3. Belajar dari memanfaatkan yang ada


Sebenarnya ilmu ini saya contek dari bupati saya. Yang saya anut dari beliau adalah bagaimana beliau mengajarkan untuk lebih mencintai apa yang kita miliki. Berkembang dengan itu tanpa berpikir kalau sukses itu harus memiliki hal yg muluk-muluk.

Sependek yang saya tahu event blog di Jogja tak semeriah kota besar lain, sebut saja seperti di Jakarta atau Bandung.

Di Jogja masih jarang ada event semacam itu. Yang isinya launching produk, jepret sana jepret sini, mencoba ini itu, menulis liputan lalu diunggah di blog.

Duh, di Jogja aja jarang apalagi kota kecil semacam Kulonprogo yaa nggak?

"Blog ki opo to? Blog itu apa sih?" mungkin pertanyaan ini yang justru lebih populer.

Punya anak kecil itu rempong. Membuat kurang leluasa kalau ingin bepergian.

Tapi pak bupati mengajarkan, jangan lihat kemilau orang. Kembangkan apa yang kamu punya.

Baca curhatan saya tentang tips menyapih yang saya dapat dari pengalaman pribadi di sini.

Baca juga ulasan tentang produk kosmetik yang sehari-hari saya gunakan di sini.

Tentang wisata waduk di daerah saya, Kulonprogo, DIY.

Mengapa saya memilih blogging? 


Selain merasakan 3 manfaatnya secara langsung di atas, blogging membuat saya never stop learning.

Sesuatu yang menurut saya adalah modal pokok untuk menjadi orang tua.

Karena nge-blog membuat saya merasa lebih baik, dengan segala bentuk perubahan yang ia tuntut.

Harapan saya tidak jauh-jauh dari uneg-uneg saya, semoga event blogging bisa lebih merata tidak hanya di kota-kota besar.

Semoga semakin banyak wadah untuk menjaga semangat nge-blog blogger daerah tetap menyala. ^^

*artikel ini murni curahan hati berdasarkan kondisi dan tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun

Komentar

  1. yup never stop learning yess kak, semangaatttttttt salam blogger

    BalasHapus
  2. Semoga makin eksis y, Mb xixixi

    BalasHapus
  3. Betul mba, selama mampu jalani saja.
    Insyallah tidak akan ada kata menyesal lagi.

    BalasHapus
  4. Tulisannya mengalir, bagus, Mbak. Hehe ... saya juga jadi suka blogging, nih.

    BalasHapus
  5. Iyesss ngeblog bamyak manfaatnya. Nemu komunitas baru, mengembangkan hobi, dapat penghasilan Alhamdulillah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung teknologi udah berkembang pesat bgt yaa mba

      Hapus
  6. Sama saya termasuk makemak yang rindu pengin eksis, hehehe..

    BalasHapus
  7. terus semangat ngeblog, mbak. Semoga event blogging bisa sampai ke daerah2 ya..

    BalasHapus
  8. Bahagia bisa ngeblog, dunia makin berwarna. Hehhe...

    BalasHapus
  9. saya juga termasuk yang gak pernah betah kerja kantoran mb, dan ngeblog adalah salah satu kegiatan yang bener-bener bisa bikin pede lagi, punya banyak temen lagi, seru-seruan lagi

    BalasHapus
  10. Tos mbak, saya juga termasuk emak" yang masih pengen eksis setelah resign, hehehe

    BalasHapus
  11. blogging seperti rumah ke dua kita...
    yang bisa kita utak atik secantik mungkin tampilan maupun isinya

    BalasHapus
  12. Nah kan, ternyata menulis itu banyak manfaatnya. Ngeblog adalaha salah satu jalan dan tempat untuk menulis. Semangat ya.

    BalasHapus
  13. Haus untuk produktif nah itu dia hehe sama

    BalasHapus
  14. Semangat ya, Mba. Mudah-mudahan Saya juga bisa 😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh