Emas, Sebuah Simbol Keelokan Wanita



Saat menghadiri acara seperti pernikahan, aku pasti melihat banyak para tamu wanita mengenakan perhiasan yang berkilau dari bahan emas. Seperti gelang, kalung, cincin hingga giwang.

Aku setuju, penggunaan perhiasan memang memberikan kesan istimewa. Penampilan yang sebenarnya biasa bisa disulap menjadi lebih mewah dalam sekejap.




Perhiasan emas merupakan logam mulia yang sejak dulu dipilih untuk memperelok penampilan wanita.

Karena berharga sekaligus bisa digunakan sebagai aksesoris, banyak wanita yang memilihnya sekaligus sebagai investasi.

Investasi emas jangka panjang dipilih karena perhiasan emas lebih mudah didapat serta gampang diperjualbelikan saat membutuhkan dana darurat.

Termasuk mertuaku. Koleksi emas milik beliau bisa dibilang komplit. Beliau yang mengaku orang kampung yang tidak paham akan tren investasi, memilih perhiasan emas untuk mengamankan uangnya.

Prinsip ini pun sedikit banyak menular kepadaku. 

Tapi masalahnya aku kurang suka pada model perhiasan emas yang ada di pasaran.

Seperti pengalamanku kemarin saat membeli kalung. Saat melihat-lihat aku diarahkan pada kalung emas yang dinyatakan lebih awet, jalinan rantainya tidak gampang putus. Walaupun memiliki embel-embel lebih awet, tetapi model yang dimiliki membuatku enggan memilihnya.

Sebenarnya aku pun menularkan prinsip ini pada adikku. Tapi sama sepertiku, menurutnya model perhiasan emas banyak yang kuno. Seperti milik orang tua. 😣

Belum lama ini aku mendengar bahwa #ThePalaceJeweler mengeluarkan sebuah koleksi #NationalJeweler yang dirancang oleh seorang desainer terkenal, Samuel Wattimena.

#ThePalaceStories, terdiri dari 3 seri yang terinspirasi dari kekayaan desain perhiasan emas tradisional Indonesia.

Tiga seri itu adalah,

1. Seri Nusa, yang berarti rangkaian kepulauan mewakili Indonesia bagian barat.

  


2. Seri Anta, yang berarti angan-angan, merepresentasikan Indonesia tengah.





3. Seri Tara, yang berarti perempuan dengan kebebasan jiwa. Ini mewakili Indonesia timur.





Misi yang diembannya adalah memperkenalkan perhiasan tradisional Indonesia dalam nafas modern.

Diresmikan langsung oleh Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Media Launch The Palace yang berlangsung di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Konferensi pers sendiri diadakan pada tanggal 4 September 2018 di The Palace Summarecon Mal Bekasi  dengan menggandeng Bunga Citra Lestari aka BCL sebagai brand ambassador #ThePalaceBCL.


www.instagram.com/thepalace_id/


Kemarin aku sempat melihat-lihat koleksi perhiasan emas ini di instagram @thepalace_id.

Ampuuun maaak, kumeleleh dibuatnya.




Sesuai dengan kepribadian sang ambassador yang mencerminkan jiwa perempuan elok dan bersinar. Perhiasan emas ini memiliki desain unik sekaligus etnik yang jauh dari kesan kuno.

Kalau sudah begini aku yakin tidak ada lagi alasan bagi perempuan untuk tidak menginginkan perhiasan emas apalagi kalau gratis.

Bener kan Mak?


Referensi gambar :

www.instagram.com/thepalace_id
www.thepalacejeweler.com *dengan edit

2 komentar