Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

Inilah Beberapa Ilmu yang Wajib Dipelajari Oleh Ibu Baru




Aih, perjalanan macam apa ini? Perasaan-perasaan yang bergelanyutan belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Dalam bayangan, menjadi ibu itu semenyenangkan dan selalu bahagia seperti yang tergambar di box susu khusus ibu hamil.

Senyum cerah ceria dengan baby di pangkuan yang amat menggemaskan.

Itu ekspektasi saya, seorang perempuan biasa yang belum pernah merasakan hamil sebelumnya.

Di dalam bayangan saya semua serba indah, menyusui mudah, mendidik anak tak harus pusing, si baby doyan makan, gembul, rambutnya hitam lebat.

Ckckck!

Realita yang terjadi oh sungguh dramatis!

Perasaan  berubah menjadi jauh lebih sensitif.

Bawaan mual-mual, sebal sama suami, sakit kepala hampir di setiap kali membuka mata di sepanjang trimester kedua.

Begitu bayi lahir ehh ternyata belum bisa memberikan apa yang hanya seorang ibu bisa berikan.

Asi seret!

Galau rek galau


Bahkan kasus ASI belum keluar ini sampai dibawa ke rumah. Karakter beragam dari orang-orang sekitar yang menyambut praktis membuat saya stres dan akhirnya menangis.

Merasa bingung padahal kalau saya tahu ilmunya, seenggaknya bisa menenangkan diri yang akan berimbas juga pada lancarnya produksi ASI.

Selain itu, bisa menangkis pendapat sekitar dengan ilmu yang dimiliki.

Ini segelintir pengalaman saya dalam menyambut peran baru sebagai ibu. Haru biru perasaan menjadi satu, akhirnya bermuara pada kesimpulan, "Menjadi ibu adalah perjalanan panjang berproses dengan sensasi rasa yang berbeda-beda, unik, menegangkan, bahagia, gila."

Nah agar stay waras berikut beberapa ilmu yang wajib dipelajari oleh seorang ibu (baru) :

1. Seputar ASI


Setiap Mama harus paham manfaat ASI bagi buah hatinya sehingga ia memiliki komitmen kuat untuk meng-ASI-i  bayinya dan tidak mudah menyerah karena perjalanan menyusui memang berliku.

2. Belajar seputar MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu)


Minim pengetahuan seputar  MP-ASI membuat saya menerapkan ilmu belajar sambil praktek.

Yaa pasti lebih sering gagapnya terlebih karena saya lumayan idealis, kegiatan makan bagi saya tak hanya sekedar membuat bayi kenyang. ^^

3. Pengetahuan tentang KB


KB digalakkan karena ia memiliki tujuan sekaligus manfaat.

Manfaat yang diberikan menyeluruh mulai dari manfaatnya bagi Mama, psikologis dan perkembangan otak anak serta keluarga secara keseluruhan.

Dan memilih KB ibarat memilih skincare, tidak bisa disamakan antara satu individu dengan individu lain.

4 . Parenting


Intinya menjadi orang tua adalah belajar seumur hidup.

Dari belajar ilmu parenting seenggaknya kita memiliki gambaran. Meskipun kisah parenting antara Mama yang satu dengan Mama yang lain tidak sama persis, dari kisah orang kita bisa mengambil hikmah.

Misalkan saja pada kasus bayi MP-ASI dini kita bisa jaga-jaga sehingga bayi kita tidak mengalami hal demikian.

Atau justru idealisme Mama yang bersikeras memberikan ASI tanpa sufor padahal BB bayinya kritis.

Meskipun ilmu parenting dan kenyataannya kadang bertolak belakang tapi percayalah memiliki ilmunya justru akan memudahkan peran kita.

Perkembangan Teknologi dan Pengaruhnya Terhadap Gaya Parenting


Di era yang serba digital ini semua memang seolah dipermudah. Cepat nan praktis.

Yaa, hal tersebut benar.

Kehidupan memang menjadi semakin mudah. 

Misalkan Mama sedang repot merawat krucil yang sedang sakit sehingga tak sempat memasak. Dengan bantuan teknologi, Mama bisa menghadirkan makanan hanya dengan beberapa sentuhan di layar ponsel.

Atau ketika bingung saat menghadapi anak yang sedang tantrum. Cukup dengan mengetik permasalahan yang membikin Mama galau dan klik searching sesaat jawaban dari masalah yang Mama rasakan hadir di depan mata.

Mudah kan?

Yaa mudah, tapi kita juga tidak bisa menutup mata akan dampak dari pesatnya perkembangan teknologi.


Playground nya cepiii, cediiih

A Parenting Guide for Millennial Mama


Mengasuh anak sejak jaman dulu hingga sekarang memang masih sama-sama tidak gampang tapi dengan adanya teknologi yang berkembang pesat semua menjadi terasa lebih sulit, walau sekaligus mudah seperti yang disinggung di atas.

Maksud saya sulit di sini adalah, karena dengan berkembangnya teknologi anak-anak dengan mudah bisa mengakses hal-hal yang mungkin belum ia perlukan, mantengin sosmed sang idolak hingga menjadikannya suri tauladan di kehidupan sehari-hari.

Beruntung kalau yang dicontoh itu adalah prestasi baik, seperti Tasya Kamila yang baru lulus S2 dari Columbia University, tapi kalau 👇

Pose ekspresif yang tak malu mengungkapkan perasaan melalui gesture tubuh?

Kecanduan selfie hingga berani bertaruh nyawa?

Dan hal-hal lain yang bikin ngelus dada.

Bismillah, semoga anak kita dilindungi dari hal tersebut yaa Ma..

Kenapa saya katakan dampak dari perkembangan teknologi?

Sebelumnya, saya jadi ingat menyoal caption yang ditulis oleh seorang artis. 

Di situ ia mengatakan, tak apa jika ia selfie mengenakan pakaian renang. Toh ia lakukan itu di pantai. Bukan di kantor atau saat hendak ke pusat perbelanjaan.

Juga terkait pose kelewat mesranya dengan pasangan yang akhirnya menuai kritik dari para Netiii (netizen).

Lalu ingatan saya terlempar pada seorang anak kecil tetangga saya. Bersama seorang temannya ia menceritakan dengan antusias adegan demi adegan yang baru disaksikannya di layar YouTube.

Dari kalimat yang ia gunakan untuk memvisualisasikannya saya paham, apa yang telah ditontonnya.

Inilah maksud saya. Sosial media dengan mudah dijangkau oleh anak-anak. 

Anak-anak masih terlampau muda untuk memilih mana yang baik dan tidak.

Kita sebagai orang tua dari generasi milenial harus paham cara menghadapinya.

Karena kita tidak bisa mengendalikan pikiran orang serta mengatur apa yang boleh dan tidak ia lakukan.

Nah, karena ilmu dalam mengasuh anak senantiasa mengalami perkembangan, maka wajib dong bagi Mama untuk selalu upgrade ilmu.

*Aplikasi smartphone saja harus di-update*

Jangan sampai kita memperlakukan generasi milenial dengan ilmu yang sama dengan ilmu yang orang tua wariskan.

Jelas nggak nyambung, kan?! Basi!

Dan saya suka membuka popmama.com, sebuah situs yang saya jadikan jujugan setiap kali butuh bacaan terkait parenting.

Alasan Saya Suka dengan Popmama.com

Karena popmama.com adalah sebuah situs yang memuat tips-tips terkini, alias ilmu yang enggak ketinggalan jaman.

Namanya juga "A parenting guide for millennial mama," ya kan?

Saya juga suka karena bahasannya komplit! Jadi ibarat belanja bulanan udah nemuin satu toko yang lengkap, jadi tak membuat kita harus pindah-pindah.

Yang dimaksud komplit di sini adalah karena popmama.com memuat ulasan sejak Mama merencanakan kehamilan, masa kehamilan, new bornkid, big kid, hingga life..




Pregnancy :

Berisi artikel tentang 

Getting pregnancy 
First trimester
Second trimester
Third trimester
Birth


Baby :


Berisi artikel tentang

Bayi usia 0-6 bulan
Bayi usia 7-12 bulan

Kid :


Berisi artikel tentang

Anak umur 1-3 tahun
Anak umur 4-5 tahun

Big kid :


Berisi artikel tentang

Anak umur 6-9 tahun
Anak umur 10-12 tahun

Life :


Berisi artikel tentang

Relationship
Health and lifestyle
Home and living
Fashion and beauty

Ehh, ada tools-nya!


Selamat menikmati perjalanan yaa Ma. Jangan lupa gandeng teman dan ingat,



XOXO




Komentar

  1. Hahaha. Aku jadi ingat pas mau melahirkan malah marah sama suami karena dia kentut sembarangan. Emosiku naik drastis saat mau melahirkan, Mbak. Padahal biasanya ya oke2 saja noh kalau suami minta maaf karena kelepasan.

    BalasHapus
  2. wah thank you, sharingannya bermanfaat banget. Jadi inget masa2 kelam waktu baby blues.. untung udah lewat.

    BalasHapus
  3. Quote penutupnya bener nih mba..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh