Balasan Bagi Si Pemalas




Jadi ceritanya kemarin aku merasa  malas banget sama dunia tulis menulis. Perkiraan sementara karena  sudah dua minggu non stop nulis serius terus. 

Aku sempat merasa bahwa tulisanku makin ke sini kok makin turun kualitasnya. 

Apakah aku harus mengurangi jadwal posting blog ku?

Demi menjaga kualitas. *harapannya.

Ow ow untung ini nggak aku turuti. Karena aku kenal sekali dengan diri ini. Selain mudah melempar janji-janji surga dengan berkata, "Iya besok aku kerjain. Nanti malam aku selesain. Ehhhh.. Malah molor."

Juga suka nglunjak. 

Oya, selain bosan nulis ternyata aku juga bosan mem-follow akun sesama blogger gitu. Padahal udah bilang nih kalau mau menghasilkan sesuatu maka kita harus mau melakukan pengorbanan. Yes!

Seperti contoh yang aku kasih, perbandingan jumlah follower dengan akun yang aku ikuti adalah kurang lebih dua kali lipat. Atau artinya aku harus rela melihat jumlah follower ku lebih sedikit dibanding akun-akun yang aku follow

*yeah, orang biasanya puas melihat follower nya lebih banyak dan bukan sebaliknya kan? 

Awal mula aku menuruti rasa malas ini yaitu dengan melonggarkan diri untuk nggak melakukan kegiatan follow-follow-an. 

Waktu itu aku nggampangin, besok deh follow-nya jadi dua kali lipat dari hari ini. 

Santai aja deh buat ke seribu juga CUMA kurang dua ratusan akun. 

Di hari yang dijanjikan ehh nggak aku tepati.

Dan terus menyepelekan jumlah yang harus dikejar. 
Begitulah setiap hari bergulir. 

Setelah target yang selalu menumpuk karena selalu ditunda dan NGGAK NYESAL SAMSEK barulah ibarat orang mau bunuh diri, terjun bebas ke dalam jurang teriakan amat lantang itu datang.

Yaitu ketika aku baca timeline grup. Di situ mengumumkan bahwa ada grup khusus untuk semua blogger yang ingin mengoptimasi blognya menjadi materi. 

Impian depan mata gaez. 

Taraaaa.. Salah satu syaratnya adalah memiliki jumlah follower minimal sebanyak 500 jeng jeng. 

Untuk akun IG sih Alhamdulillah sudah memenuhi tapi follower twitter ituloh. 

Padahal yaa dengan serius follow duluan akun lain dalam kurun waktu yang nggak lama, nggak ada 5 follower twitter udah naik ke 100an lho. 

Nyezzzz nyesalnya. Hmm.. 

Andai kemarin mau melalui hal membosankan itu. 

Andai dan andai. 

Yaudah sih karena aku sadar hidup ini nyata dan bukan fantasi seperti di sinetron Ramadhan "Lorong Waktu" karena bisa menarik waktu, aku langsung bangkit kok.

*generasi 90an

Sudah sadar bahwa nyantai begini sama saja dengan mencemplungkan diri ke dalam sumur tanpa dasar saking potensialnya membuat menyesal.

Nggak mao! 

Ayo ayo berjuang yang rajin. 😉

*baitewai, judulnya kayak di buku pelajaran yaa. Baku sekalee 😂


Tidak ada komentar