5 Kiat yang Membuatmu (Mungkin) Akan Lebih Betah Saat Menjadi Stay at Home Mom

Gambar
Menjadi ibu seharusnya bisa membuat kita lebih bahagia. Kalau sebaliknya, ya berarti harus ada yang dibenahi.

Saya bisa betah menjadi seorang Stay At Home Mom (baru) selama 3 tahun 3 bulan karena saya tahu apa yang membikin saya tidak betah.

Iya, saya pernah merasa enggak betah dan pingin balik kerja saat hanya di rumah, terutama di tahun kedua.

Saat hanya di rumah, saya merasa kehilangan banyak hal, pengakuan akan kemampuan (yang dulu saya dapat di tempat kerja), aktualisasi diri, bertemu teman-teman, transferan gaji dlsb.

Ada banyak pertimbangan yang membuat saya akhirnya tetap memilih 'hanya' di rumah.

Ini lho hal-hal yang saya lakukan, barangkali bisa mencerahkan buat buebu yang sedang jenuh dengan peran full Ibu Rumah Tangga.

Langsung aja yuk,

1.  Cari hobi

Kata saya, hobi itu ada 2 macam, yang menghabiskan dan yang menghasilkan. Kalau bisa sih cari hobi yang menghasilan, tapi kalau mau hobi yang menghabiskan ya terserah, lha wong yang kita cari adalah KEBAHAGIAAN jadi be…

6 Tips Menghadapi Writer's Block



Piuuuuuuhhhhh...

Mengalami writer's block sangat tidak menyenangkan. Apalagi untuk blogger abal-abal macam saya yang ditarget untuk selalu memiliki stok tulisan.

Setelah pekan lalu ditutup dengan gemilang karena semua to do list selesai tepat waktu.

Hmm..

Ide yang biasanya mengalir lancar kini mendadak buntu.

Ingin rasanya membenarkan apa yang pernah saya baca, yaitu pertanyaan yang sarat menuntut keadilan.

"Kenapa hanya penulis yang harus mengalami writer's block?"

Ahahaaaa.. maksudnya kenapa penulis yang harus mengalami kendala ini?

*Diriku tertawa pada hubungan kata writer's dan penulis kemudian ingin menjelaskan namun ternyata fail!

Yaudah sih, saya mau bikin tips ala-ala aja.

Namun terasa istimewa. Semoga.

Tips mengatasi writer's block,

1. Tulis apa yang kamu rasa


Ini hal termudah karena kita cukup menulis apa adanya perasaan kita, tidak perlu membuat alur atau mengolah data yang tersimpan di otak.

2. Baca baca baca

Mabok mabok deh
Membaca bisa dilakukan untuk memancing otak agar memberi tanggapan yang harapannya bisa kita olah.

Yang perlu dicatat tempel jidat adalah meski ada dan tanpa writer's block kita harus tetap membaca.

Ingat, otak hanya mengolah data yang masuk.

3. Jauhkan diri


Jauhkan diri dari sikap terlalu santai.
Ahh, entar aja ah. Ahh nanti ajalah nulisnya. Ending-nya kehabisan waktu dan menulis dalam keadaan kepepet adalah nyaris mustahil.

Btw, kepepet apa? Kepepet siapa? Siapa gue? Cuma seseorang yang pingin konsisten nge-blog!

Kepepet diri kita sendiri yang bikin target nulis demi mendisiplinkan diri agar lekas bisa punya hal yang bisa dibanggakan dari sekedar kemampuan bisa nulis.

4. Refreshing


Pergi ke taman, belanja di pasar, memadu padankan baju, mencoba lipstik baru, main sama hewan piaraan and more.

Biar fresh enggak suntuk.

5. Mendengarkan musik

Tapi ini bukan saya hoho

Kalau saya sih.

6. Cegah dengan rutin menulis



Karena mencegah lebih baik daripada mengobati ya sudah nulis yang teratur biar nggak kena writer's block tapi kalau sudah terlanjur kena sih, yaudah balik ke poin 1.

Ahahaaa..

Sekian.

Dari diriku yang sedang terserang writer's block.

Oya, saya sedang praktek poin 1 lho. 😉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Menangkis Rasa Malu