Mengenal Cara Membuat Parfum dan Pilihan Bunga yang Bisa Dipakai

Botol parfum


Belakangan ini saya sangat tertarik dengan berbagai hal bernuansa tradisional dan natural. Mulai dari kain batik dan kebaya, cara merawat rambut dengan bahan alami yang bisa dibuat di rumah hingga asal muasal parfum dan pemanfaatan bahan yang ada di sekitar untuk meraciknya. 

Hal tersebut mendorong saya untuk mencari tahu banyak hal mengenai wewangian. Termasuk cara membuat parfum, perkembangan parfum dari masa ke masa hingga pilihan bunga dan tumbuhan di sekitar rumah yang bisa kita pakai. 

Komponen Penyusun Parfum

Parfum merupakan perpaduan dari banyak aroma yang menghasilkan kesan berbeda. Parfum terdiri dari 3 lapisan, yaitu top notes, middle notes dan base notes. 

Masing-masing lapisan parfum memiliki karakteristik berbeda. Nah, berikut penjelasan selengkapnya. 

Top Notes

Ialah lapisan pertama. Karena letaknya berada di atas, maka aroma inilah yang langsung tercium indera. Top notes bisa bertahan hingga 15 detik sebelum aromanya digantikan oleh lapisan berikutnya, yaitu middle notes. 

Ada beberapa bahan baku yang biasa digunakan sebagai top notes misalnya daun basil, grapefruit, bergamot, lemon, lavender, jeruk nipis, mint, neroli hingga rosemary.

Middle Notes

Middle notes akan muncul setelah aroma top notes menguar. Biasanya bahan baku yang digunakan sebagai middle notes yaitu lada hitam, bunga chamomile, kayu manis, melati, cengkeh, serai, mawar, kenanga dan lain-lain.

Base Notes

Ialah lapisan dasar, alias aroma inti yang akan bertahan hingga beberapa jam. Beberapa bahan baku yang biasa dipakai sebagai base notes misalnya cedarwood, jahe, daun patchouli, pine, kayu manis, vanilla hingga vetiver.

Oh, ya, jika kamu menginginkan aroma yang tahan lama kamu bisa mengintip tips cara membuat wangi parfum awet ya! 

Nah, dalam pembuatan parfum, aroma base notes akan dimasukkan terlebih dulu, kemudian dilanjutkan dengan middle notes dan ditutup dengan top notes. 

Dalam pencampurannya akan menggunakan kadar yang berbeda antara satu formula parfum dengan formula parfum lainnya. 

Sementara itu, minyak atsiri bisa diperoleh dengan berbagai teknik. Setidaknya dari hasil pencarian saya di internet, terdapat tiga teknik berbeda yang lazim dipakai. Ketika teknik tersebut adalah teknik distilasi, ekstraksi dan headspace, berikut penjelasan selengkapnya!

Cara Pembuatan Parfum

Proses pembuatan parfum

Pengumpulan Bahan Baku

Seperti yang sudah kita ketahui, parfum dibuat dengan menggunakan berbagai aroma yang berasal dari alam. Bahan baku seperti kelopak bunga, buah-buahan, kayu dan lainnya dikumpulkan. 

Khusus bunga, pemetikan bunga dilakukan pada pagi dan sore hari. Hal ini bertujuan untuk menghindari penguapan berlebihan yang bisa memengaruhi kualitas aroma terjadi. 

Setelah bahan baku dikumpulkan, kemudian diproses untuk memperoleh minyak atsiri. Ada beberapa teknik yang dipakai mulai dari teknik distilasi, ekstraksi dan headspace. Berikut penjelasan selengkapnya! 

Pembuatan Minyak Atsiri

Minyak atsiri bisa diperoleh lewat teknik distilasi. Merupakan cara pengambilan ekstrak bunga/kayu-kayuan dengan memanfaatkan suhu tinggi. Nantinya uap panas yang dihasilkan akan dikumpulkan ke dalam tempat khusus. Uap tersebut yang akan dipakai dalam pembuatan parfum. 

Untuk menghasilkan minyak atsiri dalam jumlah yang cukup dibutuhkan banyak sekali jumlah kelopak bunga atau bahan baku lainnya. Nggak heran ya bila harga minyak atsiri sangat mahal karena membutuhkan bahan baku yang sangat banyak dan proses pembuatannya. 

Kedua, yaitu teknik ekstraksi alias perendaman. Teknik ini bisa dicoba di rumah. Caranya dengan merendam bunga yang berada dalam kondisi bersih di dalam minyak. Mendiamkannya beberapa hari kemudian menyaringnya. 

Nah, itulah beberapa cara yang biasa digunakan untuk memperoleh minyak atsiri yang dipakai sebagai bahan baku dalam pembuatan parfum. Setelah minyak atsiri berhasil dikumpulkan, tahap selanjutnya yaitu pencampuran dan penuaan. 

Lalu bagaimana cara membuat parfum sendiri di rumah? Dari beberapa teknik di atas yang paling memungkinkan adalah pembuatan parfum dengan cara merendam kelopak bunga atau daun beraroma wangi lainnya ke dalam minyak. Larutan kemudian dijemur di bawah panas matahari sebelum disaring. 

Deretan Bahan Baku Parfum dari Alam

Minyak atsiri

Indonesia kaya sekali akan sumber daya alam. Saya ingat betul, dulu sewaktu masih hobi mengumpulkan perangko, saya menemukan banyak tema yang mengangkat flora dan fauna khas Indonesia. Nah, berikut ini deretan bunga dan bahan baku yang bisa ditemukan di Indonesia yang sering dipakai untuk membuat parfum. 

Bunga Melati

Melati memiliki aroma khas yang banyak digunakan sebagai bahan pembuatan parfum. Meski kecil, jasmine memiliki aroma yang cukup kuat. 

Bunga Kenanga

Bunga lain yang banyak dimanfaatkan untuk pembuatan parfum. Bunga kenanga dan bunga melati pun memiliki aroma kuat. Bahkan bunga keduanya kerap dikaitkan dengan kesan horor. 

Bunga Mawar

Salah satu bunga yang memiliki banyak penggemar. Mawar terdiri dari kelopak yang bisa digunakan untuk membuat parfum. 

Daun Pandan

Selain bunga, pandan merupakan dedaunan yang memiliki aroma harum. Bila kita menemukannya pada makanan khas Indonesia, kali ini kita bisa memanfaatkan daun pandan untuk membuat parfum. 

Daun Serai

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai cara membuat parfum serta pilihan bahan baku yang bisa dipakai. Kalau teman-teman, pernah nggak sih kepikiran untuk membuat parfum sendiri di rumah? 

Selain membicarakan wewangian, di artikel lain saya juga sempat ngobrolin mengenai tips seputar cara dan urutan merawat wajah.

Posting Komentar untuk "Mengenal Cara Membuat Parfum dan Pilihan Bunga yang Bisa Dipakai"