Manfaat Menulis Jurnal di Buku Catatan Unik



Buku catatan unik menjadi andalan untuk memudahkan multiperanku sebagai ibu rumah tangga sekaligus blogger and content writer. Tujuannya agar semua pekerjaan selesai namun tetap punya waktu bersama keluarga. Yap, sesuai dengan tujuan awalku saat memutuskan bekerja dari rumah.

Beberapa kali aku sempat tidak menggunakan catatan sebagai panduan kegiatan sehati-hari. Belanja ke pasar hanya berdasar kira-kira. Kalau sudah begini hampir semua akan berantakan. Ya kelupaan, ya beli yang seharusnya enggak dibeli dan drama lainnya.

Berkenalan dengan Hobi Menulis dan Manfaat yang Aku Rasakan


Kalau ditanya sejak kapan aku suka menulis, rasanya sudah sejak kecil aku menyukai kegiatan ini. Berawal dari hobi membacaku yang kemudian membawaku mencintai dunia tulis menulis.

Kalau ingat jaman dulu, gokil juga sih, menggelikan lebih tepatnya. Saat itu di majalah langganan ada kolom khusus yang menampilkan surat dari fans kepada idolanya.
Kebetulan aku menyimpan unek-unek pada seorang artis cilik yang menjadi idola anak-anak pada masanya. Sebut saja inisialnya Marshanda yang main di sinetron Bidadari. 🤣

Nah, akutuh sebel karena sejak setting-nya menjadi murid SMP, ceritanya pun menjadi banyak yang cinta-cintaan.

Demi mengunggap kedongkolan dalam hati, aku mengirim surat untuknya lewat majalah tersebut. Nggak menyangka sejak saat itu aku jatuh cinta pada kegiatan menulis. Menulis dapat dijadikan sebagai media healing. 

Manfaat menulis yang aku rasakan :

  • Sebagai pelepasan akan stress
  • Menjaga aktivitas tetap on track
  • Mengenal lebih jauh diri kita
  • Sebagai sumber pendapatan
  • Sebagai sarana balas dendam dalam arti positit, misal saat remaja menjadi korban bullying maka ia bisa membuat cerita bertema serupa.

Pagi hari ketika ayam masih sibuk berkokok aku harus bergegas bangun. Buru-buru kukemas seluruh piring kotor, membawanya ke wastafel lalu mencucinya.

Belum selesai sampai di situ, aku juga harus memasak nasi, menyiapkan sarapan, merendam pakaian kotor dan bersih-bersih kilat.

Capek?

Lumayan tapi karena sejak awal aku sudah berkomitmen menjadi ibu rumah tangga, jadi aku harus siap dengan sepaket risikonya.
Menurutku badan capek bisa kita hilangkan dengan istirahat. Hati gondok bisa kita bicarakan dengan pasangan. Suamiku pun tidak keberatan bantu-bantu pekerjaan perempuan domestik. Hal yang paling sulit saat menjadi ibu rumah tangga justru ketika kita harus berdamai dengan pikiran.

Anggapan orang sekitar yang terlihat menyepelekan peran ibu rumah tangga, pendapat bahwa sayang bayar sekolah kalau ujungnya 'hanya' bertugas di dapur, sumur, kasur, itu lho yang bikin capek hati.

Problem Ibu Rumah Tangga Bekerja dari Rumah


Pada dasarnya aku teemasuk seseorang yang enggak bisa diem. Males banget kalau di rumah ya cuma beres-beres rumah terus. Aku pingin meski cuma di rumah, aku tetap bisa menghasilkan. Rasanya nggak mau kalah sama suami. Kalau dia bisa, aku juga bisa dong.. 

Realitanya, aku harus bisa membagi waktu agar tugas utama tidak keteteran sementara pekerjaanku juga bisa selesai. Salah satu tantangan yang perlu aku taklukan ialah jadwal kerja dari rumah yang masih absurb.

Suasana rumah terkadang membuat kita pingin nyantai terus. Hal ini bisa mempengaruhi rasa disiplin yang seharusnya meski di rumah ya tetap harus dijaga.

Solusi yang aku ambil, aku membuat jam kerja untuk menghindari kebingungan akibat buanyaknya hal yang harus dikerjakan.

Nah untuk mempermudah, aku selalu menulis setiap tugas yang harus aku kerjakan. Berikut hal-hal yang aku siapkan lewat catatan di jeda waktu tertentu :

  • Jadwal harian, aku isi dengan mencatat to do list hari itu, cek pekerjaan hari itu.
  • Jadwal mingguan, membuat target mingguan, review mingguan, cek oekerjaan dan tatget
  • Jadwal bilanan : memnuat target bulanan, membuat daftar kinten yang akan diupload dll, mengecek per 3 bulan gimana yargetnya dudah on track atau belum.
  • Jadwal tahunan : biasanya resolusi dalam satu tahun.

Nggak heran ya untuk mempermudahnya aku mengandalkan buku catatan. Belakangan aku menggunakan buku catatan unik dari Hibrkraft.

Kenalan Yuk Sama Hibrkraft





Teman-teman, pernah mendengar Hibrkraft? Jadi Hibrkraft adalah sebuah merek agenda yang bermarkas di Bandung.

Produsen agenda dengan desain etnik khas Indonesia ini telah berdiri sejak tahun 2011, hingga pada 2013 muncullah nama Hibrkraft. Hibrkraft telah dipercaya oleh banyak instansi dalam suplay buku agenda.

Nah, salah satu alasanku memilih Hibrkraft karena terbuat dari sampul kulit asli sehingga lebih awet.

Jadi sebagai seorang perempuan kita nggak perlu takut dengan banyak peran yang akan kita dapafkan setelah gelar menjadi seorang istri dan ibu. Salah satu caraku menyiasati seabrek aktivitas adalah denhan mencatatnha di buku catatan unik. Namanya juga manusia, kapasitas otaknya terbatas.

0 Response to "Manfaat Menulis Jurnal di Buku Catatan Unik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel