Pengalaman Pasang IUD Part 1, Sakit Nggak?

Pengalaman pasang iud

Ini dia pengalamanku pasang IUD yang akan kuabadikan dalam tulisan blog. Sebagai kenangan untuk diri sendiri, semoga bermanfaat terutama bagi teman-teman yang masih ragu mau pasang atau tidak dan butuh diyakinkan.

Aku juga akan share tips-tips untuk menghilangkan perasaan takut pasang IUD sesuai dengan pengalamanku. Berhubung ini sekedar berbagi pengalaman jadi tidak akan banyak hal teknis yang dibahas. Boleh banget lho tulis pertanyaan atau tanggapan di kolom komentar, yuk mari curhat hehe..


Strategi Mengatasi Rasa Takut


1. Edukasi Diri


Rasa takut pasang IUD sebagian besar dialami oleh perempuan yang mau pasang IUD alias belum pernah pasang. Agak bingung kan ya, belum pasang tapi udah bisa ngeramal kalau pasang IUD itu sakit 🤔

Nah nah..

Biasanya hal ini dipicu oleh perasaan ngilu liat cocor bebek, merinding dengan prosesnya atau pernah trauma terkait tindakan pada bagian bawah sana.

Mari kita pisahkan, mana halusinasi semata, mana kenyataan. Mungkin agak sulit, tapi bisa kok. Halusinasi belum tentu kejadian.

Rasa takut itu wajar, tapi jadi ga wajar kalau porsinya berlebihan atau tidak pada tempatnya.

Jadi yuk edukasi diri sebelum pasang IUD. Aku sendiri mengedukasi diri dengan banyak membaca literasi yang membahas tentang IUD serta dengar sharing orang lain yang sudah pernah pasang IUD. 

2. Alihkan Pikiran


Setelah puas dengan sejuta pertanyaan tentang IUD ini, tutup bacaan, tutup kuping, alihkan pikiran pada hal lain di luar IUD. Takut malah jadi kendor kan. Pilih topik yang seru, ringan. Hal ini aku lakukan seminggu sebelum jadwal pasang IUD.

3. Berdoa. Rileks. Atur Nafas


Mantra yang memudahkan tubuhku untuk tetap tenang menjelang proses yang menurutku menakutkan.

Saat dipasang : rasanya biasa, tidak sesakit dan seseram yang pernah kubayangkan lho!

Rahim tetap terasa waktu ada alat nyentuh. Kurang tahu ini proses pas gimana yang aku tahu ya cuma duduk ngangkang seperti orang mau lahiran. Udah deh diminta tarik nafas sebentar, atur nafas, rileks.

Terasa pegel justru karena cocor bebek belum dilepas. Enggak yang pasang alat lalu selesai kan tapi harus dibersihkan dll juga. Jadi selama proses lain-lain tersebut berjalan ya si cocor tetap stay di situ.

Prosesnya singkat, sekitar 3 menit. Asal rileks, atur nafas menurutku tidak sakit. Sakit itu kalau kita terlalu tegang atau deg-degan dan kepikiran banget.

Sensasi yang aku rasakan setelah alat dipasang, ada rasa linu samar di perut bagian bawah, intinya kerasa lah kalau ada benda di situ. Tak lupa flek dan keputihan yang katanya bagian dari adaptasi alat.

Waktu itu aku pasang beberapa hari setelah mens, jadi ya agak ngilu. Pernah dengar saran, katanya kita bisa pasang IUD saat haid. Dengan ini rasa ngilu yang timbul bisa minim karena leher rahim terbuka, cmiiw.

Menurut cerita, pakai kontrasepsi IUD memang bikin darah mens jadi banyak, siklusnya panjang dan rentan keputihan. Katanya, menjelang menstruasi perut kita bakal kram, pegal-pegal. Tapi yang bikin aku yakin memilih alat kontrasepsi ini karena dia tidak bersifat hormonal. 

Biar nggak salah persepsi silakan konsultasi dulu dengan dokter atau bidan.

Oh ya, aku juga bakal update tentang 24 jam pertama setelah IUD dipasang, 30 hari pertama adaptasi alat dan serba-serbi lain soal pengalamanku pakai IUD, tapi mungkin di next blogpost kali ya.

Btw, akupun butuh waktu lama untuk yakin dengan metode ini. Aku menghabiskan waktu sekitar 4.5 tahun untuk mengumpulkan keberanian, membuat perasaan berani lebih besar dibanding si rasa takut (yang paling banyak disebabkan oleh pikiran kita sendiri).

Sama saja dengan tindakan lain kok, seperti suntik atau luka yang dibersihkan oleh tenaga medis. Cuma ini kan yang ditindak bagian sensitif kita, bagian yang dianggap tabu oleh sebagian besar kita, bagian yang tidak sesering bagian lain kita lihat. Padahal va*ina ya sama kok, sama-sama bagian tubuh kita. Jadi ketika ada tindakan pada si va*ina akan muncul rasa 'aneh'.

Sungguh ini pengalaman pertama mengalahkan rasa takut yang benar-benar berkesan.

0 Response to "Pengalaman Pasang IUD Part 1, Sakit Nggak?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel