[Live Healthy be Happy] Jaga Asupan Nutrisi untuk Kuat dari Dalam


Dibanding terus mengutuk keadaan, seharusnya aku memang lebih baik fokus pada hal-hal yang bisa aku kerjakan. Hal inilah yang akhirnya memacuku menjadi seseorang yang lebih kreatif.

Bagaimana lagi, sementara ini kita belum bisa bergerak leluasa di luar rumah seperti sebelum pandemi menyapa.

Secara tidak langsung, hobi yang baru aku jalani ini ternyata mengajariku tentang bagaimana cara menghasilkan tanpa tergantung pada yang lain. 

Keadaan yang memaksa berhemat membuat kegiatan baru ini terasa sekali manfaatnya.

Uang belanja yang imut tidak boleh menjadikanku abai pada esensinya. Karena sejatinya rupiah hanya alat tukar untuk memenuhi nutrisi sekeluarga.

Ada banyak cara kok memenuhi nutrisi mereka, tidak melulu dengan mengeluarkan segepok rupiah.

Yap, berkebun adalah kegiatan baruku. Tak menyangka dengan memiliki sayur di kebun rumah, aku merasakan banyak sekali kebahagiaan.

  1. Praktis

Saat ingin masak tinggal petik. Jadi aku tidak harus belanja ke pasar untuk memasak sayur terutama untuk balitaku. Sekedar butuh yang ijo-ijo untuk campuran mie rebus atau dibuat jus.

2. Segar

Dimasak seketika setelah dipetik. Ditanam tanpa ada tambahan pupuk kimia.

3. Seru

Berkebun adalah kegiatan seru di sela lelahnya mata menatap layar gadget karena tuntutan pekerjaan.

4. Hemat

Pernah mendengar quote milik Ron Finley berikut?

Growing your own food is like printing your own money

Nah, ini yang sedang aku rasakan dengan kegiatan berkebun. Jatuhnya hemat!

Memiliki kebiasaan baru itu menyenangkan, tapi hati-hati lho kadang perasaan bosan bisa melanda. Rasa jenuh seperti ini biasa aku alami. 

Nah, agar menjalani kebiasaan baru tidak membuat kita antusias di awal melempem di pertengahan jalan, aku selalu memulainya dengan membangun habit. 

Setiap hari, aku membiasakan diri melakukan kegiatan yang berkaitan dengan berkebun. Oh, ya membangun habit sebaiknya dilakukan mulai dari hal sederhana. Kalau tubuh kita sudah enteng melakukannya dengan rutin, baru deh tambah tantangannya. Dengan membangun habit aku bisa melihat sejauh mana diriku serius menjalani hobi ini. Jangan-jangan hanya termakan godaan iklan.

Dalam satu waktu, aku tidak pernah melakukan lebih dari 1 macam kebiasaan baru. Hal ini membuatku tidak fokus sehingga lebih mudah gagal. 

Hal pertama yang aku lakukan adalah mulai melatih kebiasaan memilah sampah.

Dokumentasi pribadi


Dokumentasi pribadi

Kenapa sih harus sampah? Karena selanjutnya sampah-sampah ini akan aku buat kompos yang nantinya digunakan sebagai media tanam.

Setelah panen kompos baru deh aku lanjut pada tahap berikutnya yaitu membeli benih. Perlengkapan dan segala hal yang membuat uang keluar belum aku kerjakan. Mubadir kan kalau terlanjur beli ini itu tapi pada ujungnya malah terbengkalai gara-gara tidak konsisten.

Selain memilah sampah, aku juga merawat tanaman yang memang sudah ada sejak sebelum pandemi. 

Hal sesepele menyiram tanaman dengan rutin bisa lupa dilakukan kalau belum menjadi rutinitas. 

Resep Jus Sayur dan Buah sebagai Penunjang Nutrisi Harian


Di era dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, informasi dengan mudah kita dapatkan. Melalui internet aku mendapat banyak sekali resep membuat jus dengan bahan-bahan yang bermanfaat untuk tubuh.



Sebuah kiriman dibagikan oleh www.holatami.com (@tammytammya_) pada

Salah satu jus andalan bagi penderita darah rendah yang sering kliyengan ketika mens seperti aku adalah jus bit yang dicampur apel dan wortel.

Bit sendiri sebagai sumber zat besi yang bersifat non heme, membuat jumlah iron yang terserap tubuh bisa lebih terkontrol sehingga tidak berubah toksin.

Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan sayur hijau aku membuat jus dari campuran sawi dan nanas. Mungkin terdengar iyuh, tapi percaya tidak percaya nanas bisa menyamarkan rasa sawi lho. Seperti biasa tambahkan madu agar rasanya lebih enak.

Sawi memiliki kandungan senyawa yang dianggap mampu meningkatkan respon tubuh terhadap serangan patogen alias bisa memperkuat sistem imun. Tapi sebelum mengkonsumsi sawi, kukus sebentar ya untuk melenyapkan glukosinolat, zat yang menghambat penyerapan iodium di usus halus. Jika tubuh mengkonsumsi glukosinolat dalam jumlah banyak, hal ini dapat memperbesar kelenjar tiroid.*

Membuat jus dari buah dan sayur hadir sebagai solusi terutama bagi orang yang tidak suka makan sayur. Atau tidak memungkinkan memenuhi kebutuhan sayur dan buah dalam sehari ketika dimakan dalam keadaan utuh.

Untuk membuat jus, aku biasa menggunakan blender

Permasalahan yang Timbul Saat Membuat Jus dengan Blender Biasa


Lalu aku baru ngeh kalau buah dan sayur yang aku blend, warnanya lebih gelap dibanding buah yang baru saja dipotong.

Usut punya usut, hal ini bisa terjadi karena saat memproses buah dan sayur ada udara yang terperangkap. Udara yang bersinggungan dengan buah dan sayur inilah yang menyebabkan terjadinya oksidasi. Oksidasi membuat nutrisi dan vitamin berkurang.

Jus yang tadinya aku pikir sehat karena berasal dari campuran buah dan sayur ternyata belum tentu begitu terlebih jika cara membuatnya salah. Hal ini dapat dibuktikan dengan ciri di atas.

Agar nutrisi buah dan sayur yang kita buat lebih terjaga, ternyata ada satu alat yang dapat mencegah oksidasi.

Namanya vacuum blender.

Perbedaan Vacuum Blender dengan Blender Biasa :


Pernah mendengar piranti bernama vacuum blender? Mirip dengan blender karena fungsinya sama-sama untuk menghaluskan buah dan sayur, keduanya tetap punya perbedaan lho.

Vacuum blender meminimalkan terjadinya oksidasi pada jus yang dihasilkan karena sebelum alat bekerja, udara yang terperangkap di dalam jar akan dikeluarkan terlebih dahulu.

Salah satu produk vacuum blender yaitu Modena VB 1530 V yang memiliki lebih banyak kelebihan dibanding blender biasa, diantaranya :

Vacuum blender Modena. Sumber gambar https://www.instagram.com/modenaindonesia

  • Modena VB 1530 V memiliki kapasitas besar yaitu jar berukuran 1.5 liter.
  • Modena VB 1530 V mampu mencegah oksidasi dengan menyerap udara yang masuk, membuat nutrisi jus yang dihasilkan lebih tinggi 36% dibanding diproses menggunakan blender biasa.
  • Memiliki paduan warna hitam dan silver yang elegan, dengan touch control panel dan LCD display screen, jus yang dibuat dengan vacuum blender VB 1530 V memiliki rasa dan konsistensi yang lebih baik.
  • Punya fungsi adjustable timer guna mengatur waktu blender bekerja, hal ini bisa meringkas waktu karena bisa nge-jus sambil melakukan pekerjaan lain.
  • Modena VB 1530 V juga dilengkapi adjustable speed hingga 10 level guna mengatur kecepatan sehingga bisa disesuaikan dengan hasil yang diinginkan.

Memastikan asupan nutrisi terjaga adalah salah satu caraku beradaptasi dengan kehidupan new normal. 


Referensi :

 *https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/manfaat-nutrisi-jenis-sawi/

https://www.modena.co.id/news.php
https://www.jakartapiranti.id/gaya-hidup-sehat-dengan-vacuum-blender-modena-vb-1530-v/

https://www.instagram.com/puspitamygsari
https://www.instagram.com/modenaindonesia
https://www.instagram.com/sehat.ala.rachel

Sumber gambar thumbnail freepik.com diedit menggunakan Canva. Gambar lain dok.pribadi.

Tidak ada komentar