Pandemi, Uang SPP dan Angpau Lebaran

holatami.com

Hari ini seharusnya merupakan hari pertama anak-anak masuk sekolah setelah libur panjang lebaran. Tetapi kebijakan school from home rupanya mesti diperpanjang.

Nah, ngomongin masalah sekolah nggak jauh ya dari acara bayar-bayar uang bulanan a.k.a tuition fee alias SPP. Ada satu yang ngganjel di hati, beberapa disebabkan oleh budget yang justru bertambah padahal di rumah aja nggak kemana-mana.

Usut punya usut ternyata sering sekali kejadian :

Beli alat atau bahan penunjang kegiatan anak di rumah seperti kertas lipat, spidol dlsb yang sebelumnya sudah disediakan pihak sekolah.

Selain itu, muncul pula anggaran jajan snack atau makan siang yang biasanya juga sudah disediakan pihak sekolah.

Di luar hal itu, mari bersyukur, pandemi telah memberikanku sebuah kesempatan untuk lebih dekat dengan anak, memperhatikan nutrisinya. Maklum akutu termasuk buibu pejuang BB anak.

Sebelum pandemi terjadi, kebetulan diriku ngomong dalam hati, 'pingin bisa nemenin anak biar makannya bisa benar-benar terkontrol.'

Dalam artian, habis atau tidak makannya, terus nyediain menu yang tinggi kalori.

Alhamdulillah terkabul :)

Melihat faktanya begitu, menurut teman-teman bagaimana sih sebaiknya kebijakan pembayaran uang bulanan anak-anak? Kalau ditiadakan nggak mungkin banget ya. Mungkin bisa dikasih kebijakan berupa dispensasi.

Sebagai contoh, anak SMP yang dapat support kuota gratis dari pihak sekolah untuk menunjang kegiatan belajar anak di rumah. Ada pula guru-guru daycare yang mempersiapkan bahan untuk belajar anak berdasarkan harinya. Ortu bisa ambil di sekolah untuk kegiatan anak di rumah.

Rasa-rasanya cara ini lebih win win solution ya.

Agak bingung juga, karena di sekolah anakku belum ada pengumuman yang menegaskan tentang masalah ini. 

Selama lebaran pun harus menjalani lebih banyak aktivitas dari rumah. Sebenarnya nggak sedih-sedih amat sih justru agak lega karena badan nggak terlalu capek. Persiapan lebaran yang biasanya menyedot anggaran lumayan banyak pun bisa ditekan.

Meski nggak nyiapin apa-apa buat lebaran, tapi Alhamdulillah anak tetap dapat salam tempel.

Habis galau soal bayar-bayar sekolah anak lanjut ke ngomongin angpao lebaran nyambung kan ya? Ahaha..

Angpao lebaran buat apa?

Karena uang ini milik anak, sebagian ya buat beli barang yang memang sudah diidamkan anak sejak lama.


Akutu kalau membelikan barang ke anak apalagi yang tidak terlalu penting jujur suka diulur-ulur. Hanya ingin memastikan dia beneran pingin atau enggak. Pernah kejadian, barang tertentu yang dia inginkan diabaikan gitu aja. Ganti dengan keinginan baru.

Aku bukan seorang perencana keuangan, cuma ibu rumah tangga yang kebetulan suka nulis lalu kebetulan menghasilkan. Sejak memiliki tanggung jawab terkait uang pandanganku tertangnya pun sedikit bergeser.

Baca juga : Jodoh Smart Money

Dari yang cuek bodo amat Hamdalah bergeser pada lebih menghargainya.

Terlebih merangkap ibu rumah tangga dan kerja dari rumah yang capeknya dobel.

Ahaha, akutu sebenarnya ngomongin apa sih. Jujur bingung :(


Tidak ada komentar