Let's Read, Tumbuhkan Minat Baca Anak dengan Mengambil Hatinya


Sebagai orang tua, terkadang saya bingung ketika anak sudah mulai bosan dengan koleksi mainannya. Hingga beberapa waktu lalu secara tak terduga saya menemukan aplikasi bernama Let's Read. Terdengar menyenangkan karena sejalan dengan misi saya selama ini.

Misi ingin mendekatkan anak dengan buku sebenarnya diperkuat oleh pengalaman lama.

Usai pengumuman kelulusan, seorang teman mengajak saya untuk mengunjungi teman lain. Masalahnya kami berdua belum pernah datang ke sana.

Terlebih rumah teman yang akan dikunjungi berada di daerah pelosok dimana kendaraan umum hanya satu dua yang lewat, itupun dibatasi jam.

Tapi tekad kami sudah bulat. Tanpa ragu, kami menghentikan angkot menuju daerah yang juga lumayan susah sinyal dengan berbekal beberapa clue.

Agak was-was karena angkot yang kami naiki adalah kendaraan terakhir. Hari sudah semakin sore, keadaan sekitar semakin gelap terlebih karena pepohonan tinggi dan rimbun yang berdiri di kanan kiri jalan.

Sepanjang perjalanan kami mengobrol untuk meredam takut. Kebetulan saya tetap melakukan kebiasaan lama yaitu membaca setiap tulisan yang berdiri di pinggir jalan.

Mata saya membelalak kaget, "Pak berhenti berhenti," ucapan saya keluar tiba-tiba.

Kami hampir saja melewatkan ancer-ancer yang diberikan. Saya lega sekali, Alhamdulillah nggak sia-sia dengan kebiasaan 'aneh' setiap naik kendaraan, membaca setiap tulisan yang terlihat.

Dari kejadian sepele ini saya merasakan manfaat besar dari hobi membaca.

Sehingga setelah memiliki anak saya pun melakukan beberapa upaya untuk menumbuhkan minat baca anak. 

Berikut diantaranya :

1. Mengajak Anak Mengunjungi Perpustakaan

Let's Read, Minat Baca Anak, Budaya Membaca, Membaca Menyenangkan
Ketika usianya 2.5 tahun. Setiap mendengar kata 'perpustakaan' sambutannya selalu antusias. Sumber gambar dok.pribadi
 
Anak bosan dengan mainan seperti yang saya ceritakan di awal sering saya alami. Sesuai dengan misi, saya tak ragu mengajak anak mendatangi perpustakaan.

Dari kebiasaan tersebut saya menemukan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar acara mengunjungi perpustakaan berjalan lancar.

Mengajak Anak Mendatangi Perpustakaan  untuk Mengenalkan Kegiatan Membaca Menyenangkan? Simak Hal Berikut :


  • Pastikan perut si kecil kenyang. Selain itu  ajak dia buang air kecil terlebih dahulu. Atau kenakan diapers agar tidak kerepotan saat si kecil tiba-tiba ingin buang hajat. Ehe..

  • Sesampainya di dalam, cari ruangan yang nyaman. Kalau saya lebih suka jauh dari pengunjung lain. Alasannya, saya takut mengganggu fokus mereka karena pergi bersama anak kecil tidak ada jaminan untuk bisa hening.

  • Tujuan saya membawa anak mengunjungi perpustakaan bukan untuk menyuruhnya membaca. Yap, tujuan saya ingin mengakrabkan anak dengan buku. Jadi, saya lebih senang membawanya ke area anak-anak yang dilengkapi beragam jenis mainan. Anak girang, saya senang, kantong pun aman karena semua bisa dimainkan gratis. ^^

  • Ketika anak mulai rewel, akhiri kunjungan dan bawa anak pulang. Yah, biar kesan perpustakaan itu tempat yang menyenangkan tertanam di benaknya. Saya bersyukur hingga detik ini di usianya yang hampir 5 tahun, anak selalu antusias setiap mendengar kata 'perpustakaan.'


2. Membelikan Beberapa Bacaan untuk Anak

Let's Read, Minat Baca Anak, Budaya Membaca, Membaca Menyenangkan
Beberapa buku koleksinya. Gambar dok.pribadi.



Selain ke perpustakaan, saya juga membelikan beberapa buku untuk anak. Namun niat mulia orang tua dengan membelikan anaknya buku bacaan, kadang bisa berakhir mubazir terutama jika si orang tua malah kalap, misal karena tergiur iming-iming diskon yang ditawarkan.

Tips Sebelum Membelikan Buku untuk Menanamkan Budaya Membaca pada Anak :

  • Tentukan prioritas, jenis buku apa yang akan dibeli. Saya akan memilih buku hard cover yang bisa dipakai jangka panjang bila buku tersebut memang worth to buy. Harganya memang lebih mahal tetapi sampulnya tidak mudah rusak. Atau buku-buku tipis berisi ragam kisah. Harganya yang murah memungkinkan saya untuk membeli dalam jumlah lebih banyak. 

  • Manfaatkan diskon yang diberikan penerbit, toko buku atau kunjungi pameran yang menawarkan program menarik.

  • Pilih cerita yang memang memiliki keterkaitan dengan anak, misal buku rohani terkait nilai-nilai yang ingin kita tanamkan, buku tentang budi pekerti dlsb.

3. Membaca Buku Sebelum Tidur


Salah satu waktu favorit untuk membaca buku adalah sebelum tidur malam. Di waktu tersebut saya biasa melakukan ritual membaca nyaring dan berlagak seperti tokoh dalam cerita yang sedang dimainkan.

Beberapa Hal yang Bisa Diterapkan Agar Ritual Membaca Menyenangkan Sebelum Tidur Minim Drama :


  • Buat kesepakatan dengan anak berapa jumlah buku yang akan dibaca. Awal mula merutinkan kegiatan ini saya lupa belum membuat kesepakatan. Jadi ya gitu deh, kegiatan membaca ora uwes-uwes padahal kami sama-sama butuh istirahat.

  • Orang tua sebaiknya telah membaca lebih dulu keseluruhan isi ceritanya. Hal ini guna menghindari jika terdapat kisah yang bertentangan dengan prinsip keluarga.

  • Hindari distraksi.

Persoalan yang Menyambut Ketika Kebijakan School from Home Dilaksanakan


Pembatasan gerak akibat wabah COVID-19 tak hanya membuat orang tua mati gaya. Bahkan anak-anak yang seperti nggak punya masalah pun merasakan hal yang sama.

Jika sebelum pandemi anak-anak dapat bebas bermain, kini agak dibatasi. Pergi ke luar rumah pun diwajibkan memakai masker.

Sementara itu pekerjaan saya sebagai freelance writer mengharuskan saya berhubungan dengan gadget. Hal ini memungkinkan si kecil menyaksikan saya memegang gadget. Kisah selanjutnya sungguh mudah ditebak ya, yap anak saya mulai ketagihan gadget terasa sekali sejak penerapan school from home dilaksanakan. 

Sebelumnya saya lumayan ketat soal gadget, dari mulai kesehatan mata hingga dampak buruk gadget yang ditakutkan akan terbawa hingga dewasa. Misalnya, saya takut kalau anak menjadi sosok yang kurang produktif karena terbiasa pasif menjadi penikmat karya sejak kecil.

Let's Read Blog Competition, Minat baca anak, membaca menyenangkan, budaya membaca
Kehidupan anak jaman now yang akrab dengan gadget. Sumber gambar freepik.com

Tapi melihat perkembangan teknologi yang semakin canggih, nggak bisa dong sebagai orang tua kita terus-menerus menyembunyikan gadget dari jangkauan anak.

Pola pikir yang semakin berkembang, akal yang semakin berkembang menjadikan anak nggak bisa seterusnya berhasil diberi perintah satu arah, harus ada komunikasi yang menuntun hatinya.

Berkaca dari hal itu saya pun melonggarkan dirinya untuk mengakses teknologi. Saya rasa ini pun sebuah kesempatan yang baik, menuruti rasa penasarannya dengan menuntun anak mengambil manfaat baik teknologi.

Anak Pegang Gadget, Ngapain Aja?


Saya berusaha sebisa mungkin menerapkan kebebasan yang bertanggung jawab pada anak. Termasuk saat handphone sudah ada dalam genggamannya. Harapannya anak akan tahu batasan-batasan dalam setiap kebebasan yang dilakukannya.

Ini dia beberapa hal yang saya terapkan pada saat si kecil mengakses gadget :

  • Posisi menatap gadget

Saya selalu mengajukan syarat padanya sebelum menyerahkan gadget ke tangan anak. Satu diantaranya, harus menonton gadget dengan posisi duduk, tidak boleh jarak dekat.

  • Durasi main gadget

Tak kalah penting, saya selalu membuat kesepakatan terlebih dahulu. Contohnya berapa banyak video yang akan ia tonton. Atau berapa kali dalam sehari dia boleh menonton. Ketika jatah sudah habis, ya berhenti.

  • Berusaha untuk selalu mendampinginya

Selain beberapa hal di atas, saya juga berusaha untuk menemaninya. Tapi ketika situasi tertentu yang tidak memungkinkan saya ada di dekat anak, saya selalu memastikan tidak ada koneksi internet yang terhubung dan konten yang ia konsumsi memang aman.

Selain video anak-anak, saya pun mengunduh Let's Read, aplikasi bisa di-download di https://bit.ly/download LR

Let's Read adalah sebuah aplikasi baca digital yang menyediakan beragam bacaan untuk anak, hasil kolaborasi komunitas literasi, penerbit dan The Asia Foundation.

Latar belakang mengakrabkan anak dengan kegiatan membaca sudah saya singgung di atas namun lebih dari itu, terutama setelah memiliki anak, saya menemukan banyak sekali manfaat dari aktivitas membaca.

Si kecil masih berada di tahap pematangan karakter. Otaknya bekerja dengan mengumpulkan informasi, belum mampu memilah mana yang baik mana yang kurang baik. Bahkan anak saya yang berumur 4 tahun 6 bulan pun masih mudah terpengaruh. Terlebih oleh lingkungan sosialnya yang kini tidak hanya berisi orang tua dan keluarga, namun lebih banyak karakter dengan beragam latar belakang.

Agak kaget ketika mendapati anak mengucapkan satu kata tertentu setelah ia bermain dengan teman-temannya. Selain doa, saya juga mengandalkan kegiatan membaca untuk membantu menuntun karakter anak, alasannya :


Let's Read, Minat Baca Anak, Budaya Membaca, Membaca Menyenangkan
Aplikasi Let's Read yang bisa diakses melalui handphone. Praktis!



1. Bacaan merupakan satu metode memberikan nasehat yang efektif. Dilakukan dengan cara menyenangkan sehingga lebih  mengena di hati anak karena merasuk ke alam bawah sadarnya. 

Bacaan secara tidak langsung dapat mengoreksi sikap anak dengan menyisipkan nasehat, menanamkan karakter atau nilai-nilai kehidupan hingga bercerita tentang hal-hal serius seperti pentingnya membuang sampah di tempatnya, konservasi binatang, kesetaraan gender dan isu-isu penting sebagai pondasi anak lainnya.

Menurut saya cara ini cukup efektif.

2. Membaca nyaring kini juga bisa dilakukan melalui aplikasi Let's Read. Salah satu manfaat kegiatan ini dapat meningkatkan bonding antara orang tua dan anak. 

Manfaat Lain Membaca Nyaring :


  • Meningkatkan kemampuan anak menguasai kosa kata bahasa baku. Melalui kemampuan ini diharapkan prestasi akademis anak meningkat karena ia telah memahami kalimat dalam buku pelajaran yang banyak menggunakan bahasa baku.

  • Sebagai upaya meninggalkan memori yang baik atas kebiasaan membaca karena ritual ini dilaksanakan dalam suasana hangat dan menyenangkan. Diharapkan kebiasaan membaca buku terbawa hingga ia dewasa.

Pengalaman Saya dalam Menumbuhkan Minat Baca Anak Menggunakan Let's Read


Selain bisa diakses dalam versi web, aplikasi Let's Read juga bisa diunduh melalui play store.

  • Melalui Let's Read, kita bisa menemukan banyak cerita yang bisa disesuaikan dengan level kemampuan membaca anak. Kita bebas memilih bahasa yang dipakai, dari bahasa asing, bahasa Indonesia hingga bahasa daerah. Cerita di Let's Read boleh banget kita cetak. Keren ya!

  • Buku-buku yang ada di aplikasi Let's Read bisa diunduh untuk dibaca offline, makin mantap karena sesuai dengan aturan saya yang mewajibkan koneksi internet dalam kondisi mati ketika handphone diakses anak.

  • Untuk meminjam buku di Let's Read kita tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. 

Meski tujuan kita baik, namun sebagai orang tua kita tidak bisa selamanya melarang anak melakukan hal-hal tertentu. Daripada terus menyembunyikan handphone, lebih baik bukan kalau kita kenalkan dia dengan piranti tersebut untuk mengakses hal-hal bermanfaat. 

Let's Read adalah salah satu cara yang bisa diandalkan untuk meningkatkan minat baca anak dengan mengambil hatinya, misalnya seperti anak saya yang mulai penasaran karena melihat ibunya asyik dengan gadget.


Referensi : 

Pengalaman pribadi.
Paramita, Vidya Dwina. 2020. Montessori: Keajaiban Membaca Tanpa Mengeja. Yogyakarta:Bentang.

Logo diambil dari aplikasi Let's Read 

13 komentar

  1. Aku dulu mengenalkan bacaan ke anak pas anak masih baby. Aku bacain buku2 dongeng anakku seneng bgt.

    BalasHapus
  2. Saat anak belum bisa membaca, hampir setiap malam saya membacakan buku anak yang ada di aplikasi Let's Read. Sekarang anak sudah bisa baca sendiri, ia yg minta pegang hape sendiri pula. Setelah baca, nge-game deh. Waduh...

    BalasHapus
  3. Problem banget ya buat kita yang kudu mobile tapi disis lain anak akan mengikuti kita yang pegang gadget mulu, huhuhuhu (eh malah curcol). Untuk meningkatkan minat baca menurutku paling ampuh si dengan memberikan contoh, jika kita sering membaca, saya rasa anak pun otomatis akan penasaran dan mencontoh apa yang kita lakukan.

    BalasHapus
  4. Kemajuan teknologi akhirnya ada aplikasinya ya khusus untuk anak supaya mereka suka membaca.

    BalasHapus
  5. Aku juga sudah unduh ini. Enak fontnya bisa diubah dan bisa memilih latar gelap atau terang. Bacain bukunya jadi lebih nyaman dan sangat disukai si kecil

    BalasHapus
  6. Gadget bukan musuh :) Di tangan yang benar dengan pengarahan yang benar, gadget bagus buat menumbuhkan kesukaan membaca :)

    BalasHapus
  7. Lewat lets read jadi memberikan efek positif lainnya ya, jadi pada mau ke perpustakaan dan baca buku fisik

    BalasHapus
  8. Cara cerdas buat anak yg udah kenal gadget. Diajarin buat membaca buku digital. Awalnya mungkin gak betah, tapi lama-lama pasti suka karena Let's Read ini juga punya banyak koleksi buku digital bergambar ya mba.

    BalasHapus
  9. kadang kalau kumpul sama ponakan suka aku tanyain buku apa saja kesukaannya? kebetulan ponakanku rata2 masih SD. sengaja di kamar aku bikin rak buku kaya perpustakaan. mereka jadi betah main ke kamarku. yg bocil juga aku kasih lihat majalah2 yg menarik buat mereka.

    BalasHapus
  10. Wah Terimakasih mba, jadi mau unduh juga nih let's read buat menumbuhkan minat baca anakku. Kemajuan teknologi semakin memudahkan yah. Seneng banget kalau lihat anak suka baca

    BalasHapus
  11. Wah bukunya lucu kak. Dengan adanya aplikasi Let’s Ready, org tua ttp bs mngajak anak pd media digital namun dg tetap mengawasi screen time ny y kak^^ Nuhun Kak

    BalasHapus
  12. Ayo kita giatkan minat baca anak. Karena buku merupakan jendela dunia. Lewat aplikasi lets read akan membantu anak dan orangtua saling belajar.

    BalasHapus
  13. Saya suka ngunduh tulisan, trus dibaca saat senggang. Alhamdulillah tetap bisa baca buku lewat gadget.

    BalasHapus