Viral Karyawan Gaji 20 Juta Hingga Suka Duka Anak PNS


Belum lama ini beredar postingan yang berisi keluhan seorang karyawan di Jakarta. Akibat efek pandemi yang berakhir pada pemotongan gaji, keluarganya terancam tidak bisa makan, susu buat anak pun nggak bisa kebeli. Dia mengunggah status yang isinya permintaan bansos.

Hal yang amat disayangkan dan menjadi sumber kecaman sejumlah netizen adalah gaji per bulan yang diterimanya tergolong besar untuk ukuran masyarakat Indonesia. Kenapa sampai tidak bisa makan?

Ternyata beliau memiliki kewajiban membayar cicilan mobil dan KPR.

Jadi nggak berlebihan memang, saat gaji awal yang jumlahnya Rp 20 juta lalu dipotong setengahnya karena efek pandemi. Dialihkan untuk membayar cicilan sehingga yang tersisa hanya Rp 500.000. 

Maratus ribu untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tinggal di kota besar, ya tentu saja tidak cukup.

Ada banyak opini yang menyoroti hal ini. Nggak heran inilah yang membuat curhatan beliau menjadi viral di internet.

Viral gaji 20 juta
Sumber gambar twitter.com


Meminjam analisa mba Windi Teguh, sebenarnya gaya hidup keluarga ini biasa aja sih. Bila dilihat dari cicilan yang harus disetor per bulan, tipe mobil yang dikredit sebenarnya bukan tipe mobil mahal. Standar.

Tapi masalahnya, selain kredit mobil, beliau juga memiliki kewajiban KPR sehingga bila dibuat persentase, hasilnya memang lebih dari persentase aman untuk mengambil cicilan seperti yang disarankan.

Setuju banget. Hak setiap orang sih untuk berhutang atau tidak, tapi ketika jumlahnya tidak ideal, salah satu resiko yang ada adalah ketidakleluasaannya dalam investasi.

Uang gaji mepet untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga tidak bisa investasi, apa kabar dana darurat? Baru kerasa ya manfaatnya setelah dipukul telak habis-habisan oleh mahluk super mini seperti sekarang ini?


Gaji besar, gaji kecil, mengingatkanku pada status PNS yang disandang bapak.

Berdasar pengalaman yang aku alami, setuju sih dengan pendapat yang menyatakan bahwa PNS adalah salah satu pekerjaan yang terlalu dilebih-lebihkan.

Bekerja sebagai PNS memang memberikan beberapa kenyamanan, contohnya :

  • PNS memiliki beragam jaminan sehingga kalau misalkan sakit, tidak kelabakan, cukup keluarkan ASKES (sudah ganti istilah belum ya). Nah, jaminan ini juga berlaku untuk istri dan anak nomor 1 dan 2 yang berusia di bawah 21 tahun. PNS memiliki jaminan ini itu (dari gajinya yang dipotong).
  • PNS memiliki jam kerja yang teratur sehingga dianggap lebih nyaman. Selain itu, PNS kerja di tempat teduh (berdasar pengalaman bapak ya). Kalau harus mendata di lapangan pun disediakan uang bensin dan uang makan (artinya uang milik pribadi tidak keluar).
  • Saat lebaran tiba, PNS tidak perlu pusing mencari pinjaman untuk memenuhi kebutuhan hari raya karena mereka mendapat gaji ke-13 yang diterima secara utuh tidak boleh ada potongan.
  • PNS memiliki uang pensiun (yang sebenarnya diambil dari uang gaji).

dan beragam parameter lain yang dianggap sebagian besar orang sebagai bukti kenyamanan hidup.

Tapi orang lain kadang tidak melihat lebih dalam, sebenarnya gaji PNS itu terbatas. Jumlahnya ya segitu-segitu aja.

Terbatas tapi pasti, sehingga mereka bisa mengajukan kredit dengan mudah.

Nah ini nih, apabila seorang PNS tidak memiliki pengendalian diri yang baik terkait uang, bisa-bisa gaji habis untuk membayar utang diakibatkan gaya hidup yang kurang bijak.


Kita nggak boleh lupa, di dalam kenyamanan yang dirasakan seseorang terkadang ada rasa menyepelekan.

PNS merupakan golongan yang dipandang mampu sehingga hampir semua program bantuan yang turun dari pemerintah melarang penerima manfaatnya berstatus PNS.

Pendapat ini dipukul rata sehingga nggak heran juga banyak golongan PNS yang sebenarnya perlu dibantu tapi ya tidak bisa. PNS kok dibantu? 🤐

Hal-hal yang perlu disadari agar tidak besar pasak daripada tiang, salah satunya ya kendalikan nafsumu jangan mau dikendalikan nafsu.

Haha mudah banget ya ngomongnya? 😅

Jadi setuju ya kalau gaji besar atau kecil bukanlah penentu kemakmuran hidup seseorang. Semua tergantung bagaimana dia mengatur uangnya.

Akhir kata, semoga pandemi ini membawa perubahan positif bagi diri kita.

Selamat menyambut lebaran! Nggak usah kemana-mana dulu yaa. 

Gambar thumbnail ambil di freepik

Tidak ada komentar