Pentingnya Mempersiapkan Masa Pensiun


Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk memiliki hidup yang lebih baik. Ceileh heheheh. Nah, salah satu cara super gampil bin ekonomis adalah melihat keadaan sekeliling lalu merangkum hikmahnya. Terdengar mudah karena ya sebenarnya memang mudah. Yang dibutuhkan ialah kepekaan.

Terutama setelah menjadi orang tua, saya merasa wajib untuk ‘berguru’ pada mereka yang telah lebih dulu menjalaninya. Karena pengalaman adalah guru terbaik, ya kan?

Nggak hanya soal bagaimana membersamai anak, saya pun kerap memusatkan perhatian pada orang-orang di sekitar yang telah masuk masa pensiun.

Menyaksikan banyak keadaan membuat saya pun menjadi banyak belajar.

Ada yang hingga langit gelap tetap setia duduk bersama dagangan di sudut taman kota, sambil berharap barangkali ada pengunjung yang melirik. Serupa, sering sekali saya bertemu kakek-kakek yang masih mendorong gerobak cilok setiap jelang senja, meski saya yakin sekali, kakinya minta istirahat. Sangat yakin, karena beberapa kali saat pagi-pagi hendak ke pasar saya mendapati beliau sudah siap bersama dagangan.

Namun ternyata ada pula yang memulai paginya dengan secangkir minuman hangat berteman koran dalam aura santai. Atau yang asyik berkutat dengan dedaunan di kebun rumah yang mulai menjalar tak beraturan. Dengan gunting besar di tangan, siulan merdu dari mulut mengiringi kicau burung di dalam sangkar, beliau memulai rutinitas pagi, yang pastinya tanpa beban finansial di pundak.

Mereka memiliki rentang usia yang hampir sama, namun kenapa keadaan mereka sangat jauh berbeda?

Saya nggak tahu secara pasti kisah yang mewarnai di balik perjalanan itu, namun yang saya yakini, semua memang butuh persiapan.

Persiapan ini termasuk menyiapkan dana pensiun untuk menghadapi hari tua. Terlebih, bagi seoang freelance yang memiliki pendapatan tidak tetap seperti saya. Sudah nggak tetap, enggak punya tunjangan pula!

Faktor lain yang mendorong saya mempersiapkan dana pensiun :

Ingin Mempertahankan Gaya Hidup

Masa pensiun merupakan saat dimana seseorang sudah tidak produktif lagi, salah satunya secara finansial. Karena kesehatan raga mulai menurun dengan kebutuhan yang tetap (dan tak jarang meningkat), maka masa pensiun sebenarnya membutuhkan biaya dengan nominal yang tidak bisa disepelekan. Nah, salah satu yang menjadi harapan setiap orang tak terkecuali saya adalah bisa menjalani masa itu dengan santai tanpa menurunkan kualitas hidup. Yha, saya tetap pingin dong merawat kulit meski sudah nenek-nenek ahaaa.. #ninininiskincarean

Melakukan Hal Berfaedah Selagi Masih Muda

Salah satu prinsip hidup yang saya anut adalah, manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Usia muda merupakan saat yang tepat untuk kerja keras bagai quda karena fisik memang masih bisa diandalkan. Tujuannya agar memiliki bekal di hari tua.

Say No to Sandwich Generation

Menjadi sandwich generation itu enggak enak banget. Pasalnya, generasi yang terhimpit harus memikirkan kebutuhan orang tuanya, kebutuhan anaknya, bersama dengan kebutuhan dirinya sendiri. Tidak ada orang yang mau berada di posisi tersebut, termasuk saya, maka harus kita cegah.

Dari beragam faktor latar belakang tadi, sebenarnya ada banyak cara untuk mempersiapkan masa pensiun yang gemilang, diantaranya :

  • Bijak dalam membelanjakan uang, meskipun usia masih produktif dan memiliki pendapatan yang stabil. 
  • Tidak menyia-nyiakan kesempatan. Kalau masih ada waktu luang bisa diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, mengasah skill syukur-syukur menghasilkan.
  • Tidak egois. Membantu sekitar dengan apa yang kita miliki bisa menentramkan hati atau istilah kekiniannya membuat kita merasa 'fulfill'
  • Memiliki gaya hidup sehat agar kesehatan tetap terjaga hingga usia senja.
  • Ikut dalam program asuransi dana pensiun.

Apa sih asuransi itu?


Menurut pengertian yang saya googling, asuransi memiliki definisi kurang lebih sebagai berikut :

Asuransi adalah suatu perjanjian yang dilakukan dimana seorang tertanggung mengikatkan dirinya kepada penanggung yang akan memberinya manfaat seperti membayar premi, menerima ganti rugi bila terjadi hal yang tidak diharapkan atau tidak menerima manfaat yang dimaksud karena kejadian tertentu.

Karena kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, perlu untuk memiliki asuransi sebagai antisipasi.

Sumber : website resmi Sequis


Salah satu rekomendasi perusahaan asuransi yang bisa dipilih adalah Sequis yang telah berpengalaman selama lebih dari 35 tahun di industri asuransi.

Tak hanya itu, Sequis telah melayani lebih dari 440.000 jumlah polis yang dikelola melalui 7 Customer Service Center yang telah tersebar di 6 kota di Indonesia serta memiliki lebih dari 80 kantor pemasaran di 29 kota Indonesia.

Tak perlu cemas karena PT. Asuransi Jiwa Sequis Life, PT Asuransi Jiwa Sequis Finance, dan PT Sequis Aset Manajemen telah terdaftar dan di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Lalu, produk apa yang cocok untuk mempersiapkan masa pensiun?


Asuransi Retirement Life Plan Sequis


Merupakan sebuah produk dari Sequis yang bisa dipilih untuk persiapan masa pensiun berdasarkan plan yang dapat dipilih.

Asuransi Retirement Life Plan dari Sequis memiliki beragam keunggulan, diantaranya :

  • Uang Pertanggungan (UP) dibayarkan jika tertanggung meninggal sebelum usia pensiun atau sesudah usia pensiun berdasarkan plan yang dipilih.
  • Death Terminal Bonus* akan dibayarkan sampai dengan 100% UP (sesuai tabel perhitungan Tahun Polis pada saat kejadian meninggal.
  • Manfaat pensiun 100% dari UP akan dibayarkan apabila Tertanggung bertahan hidup hingga akhir usia Polis, berdasarkan plan yang dipilih.
  • Manfaat Jatuh Tempo akan dibayarkan 100% dari UP apabila tertanggung mencapai usia 100 tahun ditambah Maturnity Terminal Bonus* hingga 100% dari UP.
  • Dapat dikombinasikan dengan asuransi tambahan.
  • Memiliki beragam fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh nasabah.

So, memanfaatkan masa muda sebelum datang masa tua adalah hal yang bijak. Namun, mengelolanya dengan cerdik juga tak kalah bijak.

*Syarat dan ketentuan berlaku


Tidak ada komentar