Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius



Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.

Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?


Yeay, Akhirnya Saya Sadar!


Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1.  Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasional.

4. Setiap akhir bulan saya mendadak nge-cut  apapun

Saya heran karena saya merasa lifestyle yang saya jalani selama ini enggak mewah. Hape saja nggak pernah ganti. Ngopi fancy bahkan nggak pernah saya lakukan.

Apa saya terkena Middle Income Trap yang memang membuat si ‘penderita’  nggak sadar bahwa ia sedang terjebak? Jebakan pola hidup pada mereka para kelas menengah. Mereka nggak sadar bahwa prinsip hidup yang selama ini dipegang keliru : saat gaji naik, gaya hidup akan naik. Mereka itu saya, hiks.

Merunut siklus yang terjadi pada keuangan baik sejak masih single~hanya mengandalkan pemberian suami~hingga Alhamdulillah mampu berpenghasilan meski hanya dari rumah, saya merupakan tipe orang yang sangat royal ketika uang sedang melimpah alias tanggal muda. Herannya, ternyata saya mampu lho bertahan di masa krisis tanpa berhutang.

Ow ow.. Trap saya bukan dalam hobi ngopi di tempat fancy. Namun dalam bentuk sering kebablasan membeli sesuatu yang nggak terlalu diperlukan di toko modern.

“Uang kalau sedikit bisa cukup. Tapi kalau banyak, kurang,”  sebuah quote dari film Orang Kaya Baru yang related banget dengan kehidupan saya.

Setelah ketemu penyebab, inilah beberapa hal yang saya lakukan. Tapi kali ini bukan dalam rangka ngirit di tanggal tua ya. Tapi, bagaimana caranya membawa gaya hidup tanggal tua tersebut untuk diterapkan di sepanjang bulan agar bisa sejahtera selamanya. Aamiin.


Kiat Sederhana Lepas dari Jerat Middle Income Trap 


1. Cari produk lokal


Saat memilih produk lokal dibanding impor memang berjasa banget untuk menyelamatkan boncosnya keuangan sehari-hari. Banyak produk lokal punya harga lebih miring dengan kualitas yang nggak mengecewakan.

Saya merasa ajaib saat cocok menggunakan produk kecantikan lokal dimana harganya 6x lebih terjangkau dibanding produk impor kecintaan.

Kraaay.

2. Beli produk preloved


Saya punya satu online shop khusus baju preloved dengan kualitas bagus serta model sesuai selera. Jadi meskipun preloved, saya tetap bisa gaya. Belanja di tempat preloved memungkinkan kita untuk mendapat produk branded original dengan harga super miring. Untuk outfit lain saya terapkan jurus sejuta umat : membeli outfit dengan model tak lekang dimakan zaman.

3. Do It Yourself


Misalnya nih, saya lagi pingin jajan lemon tea. Daripada beli saya akan memilih bikin sendiri.

Prinsipnya, saya harus cari sebanyak mungkin jalan biar uang tetap dalam dekapan (dalam arti punya tabungan) tapi kebutuhan juga jalan.

Last but not least ialah saya nggak akan lupa untuk langsung memisahkan gaji freelance yang saya dapat menurut anggaran yang telah dibuat.

Ritme seperti itu mulai saya terapkan untuk menuju kebebasan finansial. Ketemu penyebab dan solusi bukan berarti saya bebas masalah lho ya! Karena momok sebenarnya adalah, cara memisahkan uang agar enggak tergoda untuk menggunakannya.

Saya butuh tempat yang bisa digunakan untuk menyimpan uang anti ribet. Tadinya saya adalah tim gaji simpan di amplop. Tapi cara seperti ini nggak manjur terutama untuk pos-pos, seperti dana darurat, dana investasi, uang pensiun dan semacamnya, duh ngegoda banget untuk dicomot. Ya, karena rasanya uang tersebut adalah duit nganggur.

Alhamdulillah, saya ketemu Jenius, sebuah produk dari bank BTPN. Awalnya sih mendengar info dari sesama penulis tentang dia yang bingung saat ingin mengambil honor dalam kurs dollar.

Beberapa alasan yang membuat saya sangat antusisias dengan Jenius :


1. Jenius memudahkan kita untuk membuka rekening tanpa harus antri di bank. Setiap menit sangat berharga untuk ibu sekaligus pekerja lepas seperti saya. Dan rasanya nggak nyaman aja buat angkat-angkat laptop demi tidak membuang menit untuk ngerjain naskah sambil antri di teller. Ruwet. 😳

Bagi saya, Jenius ini ngasih solusi tanpa memberi keribetan baru buat saya.

2. Kita bisa bikin nomor rekening sesuai keinginan kita. Mau pakai nomor handphone, nick name sesuai akun medsos? Bisa!

3. Jenius bisa digunakan untuk nagih utang ke teman tanpa ada perasaan rikuh.

4. Jenius bisa digunakan untuk bayar-bayar, belanja online, top up saldo ojek online yang sebelumnya harus selalu diakses dengan keluar rumah. Lagi-lagi hal ini membuang menit.

5. Dari pengalaman teman, Jenius mudah digunakan di luar negeri.

Dari segambreng fasilitas perbankan yang cukup diakses melalui smartphone yang diberikan Jenius, yang cukup menarik mata saya untuk segera mengaksesnya adalah menu 'Save It'.




Karena menu Save It dari Jenius ini terdiri dari 3 fitur oke yang punya. Ketiga fitur itu adalah :

1. Flexi Saver




Fitur ini pas banget untuk menyimpan dana darurat karena Flexi Saver ini bisa ditambah dan ditarik kapan saja! Uwowoo, nggak ada lagi deh drama pingin pijet karena badan pegal kebanyakan duduk sambil ngetik tapi galau mau comot dana yang mana.

Makin serunya, bunga yang diberikan Flexi Saver ini sampai 5% p.a.

2. Dream Saver




Bayar domain adalah pengeluaran rutin yang tergolong 'sepele' tetapi bisa bikin blogger kelabakan kalau tidak dipersiapkan jauh hari. Hal yang sama juga berlaku untuk anggaran yang membutuhkan nominal lumayan besar, seperti harus ganti laptop atau beli kamera baru.

Dream Saver membuat kita bisa menabung secara otomatis. Setelah menentukan target menabung dan jangka waktunya, uang akan diambil otomatis dari saldo utama. Setelah uang terkumpul, dana akan balik ke saldo utama. Tinggal digunain deh. Eh, mimpi semakin cepat terwujud karena bunga yang diberikan di Dream Saver ini 5% p.a.

3. Maxi Saver




Menjadi seorang freelance mewajibkan saya harus pandai-pandai atur money agar masa pensiun kelak berlangsung damai. Aamiin. Dana untuk pensiun bisa disimpan di Maxi Saver. Fitur yang bisa memaksimalkan uang yang kita punya.

Jadi ini semacam deposito dengan imbal balik bunga yang lumayan besar. Mulai nabung dengan nilai pokok 10 juta. Tentukan periode deposito, bisa 1 bulan sampai 12 bulan. Semakin tinggi nilai pokok, semakin tinggi juga suku bunga yang dihasilkan (hingga 7% p.a).

Ya, jadi meskipun fasilitasnya ada di gengaman smartphone, tapi Insya Allah aman karena semua tetap terkendali seperti saat kita datang ke bank untuk melakukan aktivitas perbankan.

Uwowooo kan Bu?

Itulah beberapa hal yang saya lakukan supaya keuangan sebagai pekerja lepas lekas sehat. ❤️

Buebuya punya trik khusus untuk mengatur budget? Share dong..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh