5 Kiat yang Membuatmu (Mungkin) Akan Lebih Betah Saat Menjadi Stay at Home Mom


Menjadi ibu seharusnya bisa membuat kita lebih bahagia. Kalau sebaliknya, ya berarti harus ada yang dibenahi.

Saya bisa betah menjadi seorang Stay At Home Mom (baru) selama 3 tahun 3 bulan karena saya tahu apa yang membikin saya tidak betah.

Iya, saya pernah merasa enggak betah dan pingin balik kerja saat hanya di rumah, terutama di tahun kedua.

Saat hanya di rumah, saya merasa kehilangan banyak hal, pengakuan akan kemampuan (yang dulu saya dapat di tempat kerja), aktualisasi diri, bertemu teman-teman, transferan gaji dlsb.

Ada banyak pertimbangan yang membuat saya akhirnya tetap memilih 'hanya' di rumah.

Ini lho hal-hal yang saya lakukan, barangkali bisa mencerahkan buat buebu yang sedang jenuh dengan peran full Ibu Rumah Tangga.

Langsung aja yuk,

1.  Cari hobi

Kata saya, hobi itu ada 2 macam, yang menghabiskan dan yang menghasilkan. Kalau bisa sih cari hobi yang menghasilan, tapi kalau mau hobi yang menghabiskan ya terserah, lha wong yang kita cari adalah KEBAHAGIAAN jadi bebas saja. Yang penting nggak justru merusak kebahagiaan lain.

Misal, karena hobi koleksi tas, so kita beli banyak tas dan harganya mahal, hingga merusak cash flow bahkan direwangi ngutang. Kalau boleh saran sih jangan. Karena hal itu kan merusak ‘kebahagiaan’ lain.

Ehm, ngomongin hobi yang menghasilkan, bentuknya bebas saja. Intinya sih, kalau pakai uang hasil perjuangan sendiri pasti rasanya lebih mantep dibanding menggunakan jatah dari suami. Meski yaa, secara nominal lebih sedikit.

Memiliki penghasilan dari apa yang disuka, akhirnya saya bisa mendapat apa yang saya rindukan ketika masih bekerja, yaitu aktualiasi diri serta pengakuan terhadap kemampuan. Jujur. Dan transferan.

2. Kerjakan tugas ‘menyebalkan’ lebih dulu

Ini boleh ya boleh tidak. Tapi logikanya sih, kalau tugas menyebalkan udah beres pasti perasaan untuk mengerjakan tugas lain yang sesuai minat pasti nggak terasa berat.

Tugas menyebalkan ini beda-beda, contohnya, ada kan ibu yang males setrika karena gerah sementara ada yang justru sebaliknya, senang setrika baju karena bisa disambi lihat tivi soalnya setrika baju nggak mengharuskan kita full untuk fokus.

Sisa waktu bisa digunakan untuk skincare-an. 😎

3. Kurangi Waktu Bersama Anak

Saya setuju dengan pendapat teh @annisast bahwa sesayang-sayangnya kita sama anak pasti akan bosen kalau ketemu terus. Bosan di sini bukan berarti nggak sayang, btw.

Titipkan anak pada kakek neneknya, kemudian lakukan me time, Insya Allah pas ketemu yaa rindu yang benar-benar rindu.

Ini sudah saya buktikan saat anak saya mulai daycare. Saya merasa saat bersama dia, saya bisa lebih kalem, emosi Alhamdulillah lebih stabil juga dibanding sebelumnya yang 24 jam anak selalu always bersama saya.

Dan kangennya itu ga bisa dibohongi. Alhamdulillah, waktu yang ada pun menjadi lebih berkualitas : cerita bareng, ngobrol dengan penuh perhatian (perhatian nggak terbagi dengan pekerjaan atau hal lain).

4. Gabung grup ibu-ibu

Untuk selingan di kala senggang atau mendengar cerita ibu-ibu lain, biar kita nggak merasa hanya sendiri. Ternyata menjadi ibu yaa memang begitu : nggak bisa tidur pules, nggak bebas untuk pergi-pergi, setiap belanja yang diulik printilan anak.

5. Bikin arisan bersama geng lama

Ini penting banget! Selain silaturahmi terjaga, juga happy kan bisa ngumpul bareng teman haha hihi kala single yang udah jarang ketemu.

Setelah melakukan itu, ibaratnya kita haus dan ketemu air minum. Alhamdulillah, hubungan sama anak pun membaik.

Tapi, pernah nggak sih punya pikiran, 'mumpung masih muda yok kerja di luar rumah, dsb.' Jawabannya, ya pernah! Mungkin diobrolin lain kali aja ya Bu.  😘


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Menangkis Rasa Malu