5 Kiat yang Membuatmu (Mungkin) Akan Lebih Betah Saat Menjadi Stay at Home Mom

Gambar
Menjadi ibu seharusnya bisa membuat kita lebih bahagia. Kalau sebaliknya, ya berarti harus ada yang dibenahi.

Saya bisa betah menjadi seorang Stay At Home Mom (baru) selama 3 tahun 3 bulan karena saya tahu apa yang membikin saya tidak betah.

Iya, saya pernah merasa enggak betah dan pingin balik kerja saat hanya di rumah, terutama di tahun kedua.

Saat hanya di rumah, saya merasa kehilangan banyak hal, pengakuan akan kemampuan (yang dulu saya dapat di tempat kerja), aktualisasi diri, bertemu teman-teman, transferan gaji dlsb.

Ada banyak pertimbangan yang membuat saya akhirnya tetap memilih 'hanya' di rumah.

Ini lho hal-hal yang saya lakukan, barangkali bisa mencerahkan buat buebu yang sedang jenuh dengan peran full Ibu Rumah Tangga.

Langsung aja yuk,

1.  Cari hobi

Kata saya, hobi itu ada 2 macam, yang menghabiskan dan yang menghasilkan. Kalau bisa sih cari hobi yang menghasilan, tapi kalau mau hobi yang menghabiskan ya terserah, lha wong yang kita cari adalah KEBAHAGIAAN jadi be…

Full Time atau Part Time Blogger-kah? (30 DAY CHALLENGE BPN HARI KE-22)



Sebelumnya aku tidak pernah menyangka bahwa sampai detik ini aku akan tetap menulis, menulis di blog terutama.

Memang menjadi seorang blogger adalah sesuatu yang pernah masuk dalam daftar impian.

Tapi itu dulu. Saat masih remaja. Bisa-lah dikatakan hanya impian sambil lalu.

Karena seiring waktu, impian tersebut lenyap.

Saat memikirkan hal apa saja yang akan aku lakukan ketika sudah tidak bekerja, bahkan sama sekali tidak terpikirkan untuk menulis blog.

Waktu yang Alloh berikan memang tidak pernah meleset. Selalu tepat. 




Satu tahun yang lalu aku berkomitmen untuk serius nge-blog. Tepatnya saat aku merasa 'kontrak' momongku sudah habis. 

Dulu aku berencana di rumah hanya sampai anak umur 2 tahun. Setelah itu yaa come back. Hihi..

Nah, di tahun itulah emosiku meluap-luap.
"Balik kerja. Balik kerja. Balik kerja. Bosen di rumah!" hanya kalimat itu yang terus ada di kepalaku.

Namun kegiatan blogging mengubah haluan itu.

Akhir tahun 2017, akhirnya aku resmi migrasi dari blog gratisan.

Aku menemukan banyak hal dari kegiatan ini.

Aktualisasi diri yang sangat minim setelah keluar dari pekerjaan akhirnya aku dapatkan dari nge-blog.

Aku suka menulis blog karena ia merupakan sesuatu yang tidak pernah mengikat.

Tidak harus pergi pagi pulang malam tapi Insya Allah rekening terisi.

Mau menulis di dalam kamar sambil menunggu hujan reda. Ingin menulis sambil menemani anak yang tengah asyik bermain pun boleh. Atau sambil ngopi cantik di dalam kafe?

Ehe..


Saat ini kalau ditanya, inginnya menjadi full time atau part time blogger?

Menurutku sih semua memiliki kelebihan sekaligus kekurangan masing-masing.

Kalau menjadi full time blogger, kita bisa lebih fokus dalam mengarungi jalan -ceileh- menuju seorang blogger professional yang ehm, tak usah ditanyakan lagi betapa terjalnya menuju nominal yang tinggal sebut itu.

Kekurangannya mungkin ada pada awal merintis karena harus memiliki tekad yang bulat. Mesti madep mantep. Tidak boleh tolah-toleh pada proyek lain di luar membangun blog. Karena tentu hal tersebut bisa membuat fokus kabur.

Tapi banyak juga yaa yang memilih part time blogger karena sebelumnya memiliki pekerjaan tetap.

Pilih apa dong?

Yang pasti sih sejauh ini aku betah menghabiskan sebagian besar waktuku untuk menulis.

Sungguh jawaban yang tak bertanggung jawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Menangkis Rasa Malu