Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

Tema Blog Post yang (sedang) Menjadi Favorit ( 30 DAY CHALLENGE BPN HARI KE-2)



Setelah kemarin membicarakan tentang alasan dibalik pilihan mengapa memilih kegiatan blogging, di post ini yuk mari membicarakan tema yang sedang disuka.

Eum, niche blogku awalnya lebih banyak condong membahas parenting.

Bukan ilmu parenting saklek sih tetapi sebuah episode tentang perjalanan menjadi ibu atau istilah bekennya motherhood, bagaimana rasanya nemenin anak 24 jam per 7 hari tanpa libur. Kejenuhan apa yang dirasakan, life hack bersama anak. Seputar itu.

Kemudian pada beberapa bulan kemarin aku merasa benar-benar di titik jenuh.

Bangun ketemu anak, mau tidur ketemu anak.

BUKAN! Aku bukan sedang mencoba tidak bersyukur.

Tetapi hanya merasakan ada yang 'salah' dengan siklus harianku. Imbasnya ke anak.

Setelah mencecar diri sendiri dengan beragam pertanyaan, Alhamdulillah ketemulah aku pada jawaban sekaligus solusi.

Aku ini kenapa?
Aku cuma bosan!
Bosan kenapa?
Bosan di rumah terus pingin kerja.
Di tempat kerja apa yang didapat?

Dan hmm.. ternyata ritual mandi pagi sebelum kerja, mendapati badan segar wangi, menepuk-nepuk bedak di muka, benar bisa membuat mood ini membaik sepanjang hari.

Nah, dari situlah muncul hobi baru yaitu melakukan ritual skincare.




Bukan mengikuti tren semata tapi semacam self-healing, pelarian dari hiruk pikuk rengekan anak sekaligus bentuk syukur dengan merawat titipan Yang Kuasa.

Karena setelah memiliki anak aku memang jarang berdandan atau minimal mandi dua kali sehari.

Selain sering telat atau bahkan tidak mandi, aku juga tidak pernah merawat muka.

Akibatnya sel kulit mati menumpuk. Muka terlihat semakin kusam berminyak. Jerawat di sana-sini dan tadaaaa muncul bintik-bintik akibat aku sering menggantang matahari di siang yang terik tanpa perlindungan sunscreen.





Serangan badmood-pun tak bisa terelakkan.

Jadi kalau bertanya tema apa yang disuka,


Akhir-akhir ini aku suka sekali menulis tema beauty atau kecantikan.

Sebenarnya artikel yang ditulis bisa sangat beragam tetapi yang paling banyak aku tulis adalah ulasan tentang produk kosmetik yang pernah aku coba.

Dan tujuanku menulis tentang review kosmetik salah satunya untuk membantu siapa pun yang mungkin memiliki hobi yang sama denganku, yaitu googling tentang suatu produk sebelum membelinya. Hihihi..

Selain dengan tujuan #SharingisCaring menulis tentang kosmetik memberikan kebahagiaan tersendiri.




Jadi saat menulis review produk, diri ini semacam mendapat 'hiburan' yang bikin lupa sejenak dari kesibukan.

Yaitu saat berkutat dengan kamera untuk mengambil gambar dari berbagai angle si produk.

Kebahagiaan berlipat-lipat kalau hasil jepretan membuat hati puas.

Kyaaaa.. semakin punya stok foto bagus untuk mengisi feed Instagram!

Terakhir yang nggak kalah seru dari kegiatan menulis review adalah kita bisa melihat perubahan yang terjadi pada wajah/bagian tubuh  kita.

Ya, karena step by step selalu di-record untuk dibikin before-after.

Alis yang dulunya selalu berantakan ehh sekarang bisa tampil dengan rapi natural.

Bibir kering setelah dirawat kini seperti disulap menjadi lembab. 

Siapa yang tak suka?

Muka yang penuh sesak dipakai halal bi halal jerawat ahh sekarang semua tinggal bekasanya. Terharu!



Harus bersyukur yaa hehehe!

So, ya itulah tema yang sedang kusuka!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh