Review Enzim Bubble Gum : Pasta Gigi Rasa Permen Karet



Agak gemas rasanya waktu harus 'berseteru' dengan seorang ibu saat menunggu antrian di bank.

Topiknya sih sebenarnya sangat general yaitu soal menjaga kebersihan gigi. Hal yang sering luput dari perhatian karena fokus orang-orang banyak terpusat pada berat badan anak.

Dua hal yang menurutku nggak ada yang bisa dianggap sepele.

Btw, yang bikin aku gemas adalah karena ia bersikukuh bahwa anakku emang dasarnya tipe penurut, berbeda dengan cucunya yang susah untuk dilarang makan permen, coklat dan segala sesuatu yang manis serta dipaksa gosok gigi.

Hmm.. 

Padahal setahuku setiap anak nggak ada yang benci coklat. Nyaris semua suka permen. Hobi makan makanan manis. Dan semua anak -termasuk orang dewasa sepertiku pun- malas untuk gosok gigi.

Tapi, si ibu tersebut keukeuh dengan pendapatnya. Yaa daripada senewen sampai bikin hipertensi aku coba ikhlasin aja walau dongkol karena perjuanganku dianggap nggak ada heheee 🤣.

Aku ingin meluruskan bahwa segala hasil baik, indah, bagus tidak datang sekonyong-konyong tanpa upaya kita.

Ada orang tajir melintir, ada artis dengan segudang prestasi cemerlang, pasti ada perjuangan keras untuk meraihnya.

Nah, balik ke laptop.

Aku sebenarnya pun rada telat tentang pembiasaan gosok gigi ini.

Kalau menengok teori, teori mengatakan seharusnya kebiasaan membersihkan mulut dimulai sejak anak masih hanya mengkonsumsi ASI.

Meski giginya belum tumbuh.

Nah, kalau aku tidak. Setiap selesai minum ASI ya sudah selesai sampai di situ, nggak ada acara bersihin mulut dengan kain kasa or yang lainnya.

Aku ingat kebiasaan ini sampai membuat pangkal lidah anakku melepuh putih kemerahan seperti sariawan.

Karena dia enggak menunjukkan protes yaa diriku cuek saja.

Aku cuma membersihkan waktu awal-awal pasca merasa panik menemukan semacam sariawan di lidahnya tersebut.

Lalu giginya tumbuh. Aku masih juga belum mengenalkan kebiasaan gosok gigi apalagi gosok gigi sebelum tidur.

Tapi setiap selesai makan yang manis aku mewajibkan anakku minum air hangat agar gula sisa makanan manisnya luruh tidak menempel di giginya.

Aku menganggap bahwa hal tersebut sudah cukup.

Selanjutnya agak lupa sih tapi seingatku aku tidak langsung membersihkan giginya menggunakan pasta gigi.

Alasannya, dari sekian banyak merek yang aku coba tidak satu pun yang luput dari protes anakku.

Ia keberatan saat giginya harus dibersihkan dengan pasta gigi yang aku coba belikan (bahkan ada yang ia pilih sendiri).

Oke.. aku bertahan dengan kebiasaan gosok gigi tanpa pasta gigi.

Hingga akhirnya aku sadar semakin dia besar semakin beraneka ragam makanan yang ia konsumsi.

Artinya, gosok gigi hanya dengan mengandalkan sikat gigi sama saja memberikan hasil nihil.

Pencarian pasta gigiku akhirnya sampai pada sebuah produk yang mudah banget didapat, harga relatif terjangkau dan yang penting anakku suuuuka!

Aku suka karena berkat gosok gigi dengan pasta gigi tersebut bikin dia selalu rindu pada kegiatan gosok gigi.

Enzim Pasta Gigi Anak Bubble Gum


Pasta gigi ini diproduksi oleh PT. ENZYM BIOTEKNOLOGI INTERNUSA.

Merek legendaris karena iklannya sudah wara-wiri sejak jaman daku kanak-kanak.

Yang bikin nyesal karena aku telat mencoba produk berkualitas ini.

Review Enzim Anak Varian Bubble Gum




No BPOM : POM NA 18131400120

Klaim :

Enzim® anak-anak dikembangkan khusus untuk anak-anak dengan komposisi yang sesuai dan rasa yang lembut. Sikat dengan baik mulai dari gigi pertamanya. Menyikat gigi dengan pasta gigi enzim® anak-anak adalah awal dari perlindungan kesehatan mulut dan memberikan pencegahan optimal dari kerusakan gigi.
(nyontek kemasannya).

Komposisi :

Aqua, Hydrated Silica, Sorbitol Sol, Xylitol, Glycerin, Ethoxylated Stearyl Fatty Acid, Carrageenan, Aroma, Disodium Phosphate, Sodium Benzoate, Amyloglucosidase, Sodium Saccharin, Citric Acid, Sodium Fluoride, Glucose Oxidase, Pigment Blue C.I. 74160, Potassium Thiocyanate, Lactoperoxidase.

Plusnya :

• Harga terjangkau di swalayan dekat rumah Rp 12.500, mudah didapat, memiliki varian rasa yang disukai anak.

Tidak memiliki sensasi rasa pedas seperti pasta gigi anak lain yang pernah aku coba. Ini untuk varian bubble gum sih yaa.

Untuk yang lain aku kurang tahu, belum pernah mencoba karena jujur aku masih trauma dengan klaim rasa buah pada pasta gigi yang aku temui tapi ternyata 'ngggg..'

• Tidak mengandung deterjen. Aman jika tertelan.



• Memiliki segel jadi berasa banget higienitasnya hihi.

Minusnya :

Kayaknya nggak ada deh. 

Nah, pada dasarnya aku cuma ingin merekomendasikan pasta gigi anak yang rasanya enak alias si Enzim ini buat buibu yang mungkin sedang bingung mencari pasta gigi untuk anaknya.

Ya, karena sejauh ini aku puas dan kebetulan temanku kemarin ada yang mengeluhkan bab per-gigi-an anaknya padaku.

Kiat mendisiplinkan kegiatan gosok gigi bagi anak yang pernah aku coba terapkan pada anakku dan Alhamdulillah berhasil 😆



  1. Pilih bulu sikat gigi yang lembut dan memiliki ukuran yang pas untuk mulut si kecil. Bulu sikat yang kasar selain bisa berpotensi menyebabkan luka juga bisa membuat si kecil kurang nyaman menggunakannya, so jadi males deh ujungnya.
  2. Pilih pasta gigi dengan rasa lembut yang aman jika tertekan.
  3. Kalau aku sih lebih memilih untuk mengurangi fokus pada aturan-aturan baku seperti sikat gigi harus di depan wastafel endebrei endebrei. Aku lebih memilih menanamkan dulu kebiasaan baik ini sambil diberi pengertian perlahan. Yaa karena tujuan awalnya memang mendisiplinkan dulu kebiasaan gosok gigi. Stok sabar yang banyak hehehe (maap nyuruh sabar) terutama saat prosesi gosok gigi, karena biasanya anak akan penasaran dengan mengambil alih sikat gigi. Padahal hasilnya belum bisa optimal kan yaa..
  4. Sikat gigi bareng-bareng.
  5. Setiap makan permen, coklat atau makanan yang berpotensi menyebabkan keropos jangan lupa selalu ingatkan untuk menyikat gigi setelahnya. Jangan lupa juga ceritakan tujuan menjaga kebersihan gigi, apa saja akibat kalau tidak menjaga kebersihan gigi dengan baik endebrei endebrei agar dia tahu benar tujuan dari apa yang ia lakukan. Sikat gigi bukan karena ada ibu yang akan marah apabila anak tidak menurut.
Kiat melawan rasa malas mengajak anak gosok gigi terutama saat malam sebelum tidur.

• Lawan lawan lawan rasa malas dengan justru melakukan hal yang membuat malas tersebut. Jangan turuti rasa malas.

Kalau dalam kasusku sih kebetulan saat kanak-kanak aku langganan sakit gigi karena aku hobi sekali makan permen dan orangtua kebetulan kurang memperhatikannya.




Jadi rasanya seperti memiliki dendam positif. Sakit gigi rasanya menyiksa, memiliki gigi yang berantakan itu rasanya nggak pede senyum. Segala yang berhubungan dengan pergaulan seolah terhambat.

Satu yang pasti jika kita memiliki gigi berantakan, duh biaya untuk memperbaiki relatif mahal dan prosesnya pun bikin kita berfikiran, 'ahh memang lebih baik mencegah daripada mengobati!'

Sekian. Ayo semangat gosok gigi. Semoga akupun bisa konsisten..



Tidak ada komentar