Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

Membiasakan Perilaku Hidup Sehat Dimulai Sejak Balita Melalui #AksiSehatCeria



Menjadi sehat adalah dambaan setiap orang. Karena kesehatan merupakan nikmat dari Yang Kuasa yang tak ternilai harganya.

Mungkin saat badan sehat, kita tidak menganggap kesehatan sangat penting dibanding pada saat sakit.

Hingga banyak dari kita termasuk saya sendiri yang kadang lalai dan melanggar hal yang sebenarnya sangat dipahami berpengaruh terhadap kesehatan apabila dilakukan.

Ada berapa orang yang tahu potensi bahaya dari bahan kimia rokok tapi masih saja setia menghisap puntungnya?


Sumber Kemenkes


Ada berapa banyak orang yang tahu kalau junkfood tidak baik dikonsumsi terlebih jika jumlahnya terlampau banyak, namun masih banyak yang tidak jera bahkan menjadikannya favorit?

Kalau anak sedang sakit, hati orang tua mana yang tak kalut, walau si kecil 'hanya' menderita pilek yaa kan?

Tidur tak nyenyak karena si kecil pun tidak bisa merasakan tidur pulasnya yang disebabkan anggota badan ada yang tidak beres.

Hingga akhirnya banyak upaya yang akan kita lakukan agar si kecil lekas membaik.

Namun saya yakin semua orangtua pasti setuju bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

Sejak menjadi ibu, banyak kebiasaan baik baru saya lakukan.

Tak lain semua adalah bentuk ikhtiar untuk senantiasa sehat. 

Mengapa menjaga kesehatan penting dilakukan sejak dini?

1. Agar si kecil memiliki gaya hidup sehat yang diharapkan akan menjadi gaya hidupnya hingga ia dewasa.

2. Usia 0-3 tahun merupakan golden age dimana perkembangan otak anak sangat pesat. Ini adalah momen sekali seumur hidup yang tidak boleh kita sia-siakan.

3. Kesehatan di masa kanak-kanak merupakan pondasi yang akan mempengaruhi kesehatan jangka panjangnya.

Hal-hal kecil yang bisa dilakukan dalam rangka menjaga kesehatan lewat #AksiSehatCeria yang saya lakukan bersama si kecil,


1. Perhatikan makanan





Aturan makan yang saya terapkan sebenarnya tidak terlalu ketat. Ia masih boleh menikmati permen tetapi memang dengan syarat harus menaati segambreng peraturan yang saya bikin, diantaranya tidak boleh dengan durasi dan jumlah berlebihan, harus setelah makan beratnya beres, harus mau gosok gigi atau minimal minum air putih hangat setelah mengkonsumsi permen atau makanan manis lain.

Namun satu yang pasti (berasa nyanyi) untuk makanan ringan serta mi instan yang bisa memicu batuk, radang memang sengaja sangat saya batasi.

Karena akibatnya langsung terasa. Kekebalan si anak yang belum kuat bisa dengan mudah terserang batuk. Akibat dari batuk sendiri bisa membuat berat badannya turun sia-sia, karena sewaktu batuk, anak seakan dipaksa mengeluarkan tenaga lebih.

Padahal upaya menaikkannya sampai ngos-ngosan begitu 🙄.

Pun pengalaman pribadi yang merasakan laranya tenggorokan ini setelah mengkonsumsi makanan semacam itu.

2. Membiasakan gosok gigi secara teratur


Gigi adalah salah satu organ penting. Selain sebagai alat pencernaan pertama yang membantu melumatkan makanan dan meringankan kerja organ pencernaan bagian dalam, gigi juga mempengaruhi kepercayaan diri serta estetika atau keindahan wajah.

Sebenarnya kerusakan pada gigi terjadi dalam jangka waktu lama. Sangat mungkin untuk kita cegah.

Mempunyai pengalaman kurang menyenangkan dengan gigi membuat saya mati-matian  menjaga agar gigi anak saya sehat. Selain biaya untuk memperbaiki gigi yang terlanjur 'sakit' itu tidak murah ditanggung BPJS, prosesnya pun tidak mudah.




Awalnya sangat sulit mendisiplinkan anak terutama untuk tidak makan permen dan coklat, terutama untuk gosok gigi secara teratur sebelum tidur tetapi Alhamdulillah dengan 'pemaksaan' secara teratur, sekarang ia justru ketagihan momen-momen gosok gigi.


3. Memotong kuku secara teratur


Memotong kuku termasuk hal yang sulit dilakukan terlebih jika memiliki anak dengan usia yang sedang aktif-aktifnya sehingga susah diam.

Padahal banyak sumber penyakit timbul dari kuku panjang tempat bersantainya kuman dan kotoran.

Lakukan saat anak sedang tidur atau alihkan perhatiannya agar mau diam dengan mendongengkan cerita yang menarik agar dia larut dan tidak sadar bahwa kukunya sedang dirapikan. 

Hati-hati yaa Bun agar daging jarinya tidak ikut tersayat.



4. Mencuci tangan sebelum makan dengan sabun


Menurut saya ini adalah kegiatan yang paling mudah dilakukan karena mayoritas anak kecil sangat menyukai air.

Ya, mencuci tangan dengan sabun bisa sangat menarik karena seolah si kecil sedang diajak bermain gelembung sabun.
Yang sulit justru menghentikan acara cuci tangan dengan sabun tersebut. 

Bahkan sampai saat ini setiap ke tempat umum seperti rumah makan, bank, swalayan yang ditanyakan adalah kamar mandi/tempat cuci tangan dengan alasan mencuci tangannya yang sebenarnya sih tidak kotor.

Manfaat mencuci tangan dengan sabun diantaranya,

• Melindungi dari penyakit diare dan saluran pernapasan
•   Mencegah menyebarkan penyakit infeksi




Btw, 15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia lho!


Sebagai orang tua saya juga tak ingin ketinggalan menjalankan #AksiSehatCeria dong.

Meskipun semua manusia akan menjadi disabilitas pada waktunya tapi apa salahnya kita bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan dengan menjaganya?


1. Jalan kaki saat bepergian dengan jarak tidak terlalu jauh.



Sumber gambar : pixabay



Selain hemat bahan bakar, jalan kaki bisa sebagai pengganti jika tidak memiliki waktu untuk berolahraga.

2. Melakukan donor darah


Pernah memiliki rekan satu pekerjaan yang sekaligus anggota PMI (Palang Merah Indonesia), membuat saya sedikit banyak tahu manfaat donor darah itu sendiri.

Meski hingga saat ini impian terlibat secara nyata dengan menjadi pendonor belum menjadi kenyataan karena tekanan darah saya memang selalu rendah.

3. Menjaga pola tidur


Menjadi ibu rumah tangga sekaligus memiliki hobi nge-blog membuat saya terus bereksperimen dengan management waktu agar semua bisa berjalan.

Walau banyak gagal setelah berulang gonta-ganti jurus yang ujungnya tetap harus mengorbankan jam tidur, tapi saya upayakan betul untuk tidak mengabaikan hak tubuh, diantaranya dengan tidur lebih awal agar bisa bangun lebih awal.


Sumber promkes.depkes.go.id


Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam rangka menerapkan gaya hidup sehat. 

Saya yakin ada banyak hal kecil tapi berdampak besar lain yang bisa kita lakukan dalam ikhtiar menjaga kesehatan keluarga.

Follow terus DokterSehat untuk mendapat banyak info seputar tips kesehatan ya!



Komentar

  1. Nah, penting banget tuh kak gosok gigi dan cuci tangan. Hal sepele tsb kadang dilupakan sama sebagian orang hehe. Salam Blogger :)

    BalasHapus
  2. Cuci tangan terus potong kuku ituh sederhana banget tapi yaa itu kok tidak semua orang sadar kalu itu penting. Thanks infonya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh