Mengenalkan Kegiatan Membaca Sejak Dini pada Anak


Haiii mom..

Membaca merupakan salah satu hal yang memiliki banyak manfaat. Kita bisa tahu tentang dunia meskipun dari dalam kamar lewat membaca.

Walau bermanfaat tapi sayangnya, minat baca masyarakat Indonesia harus diakui masih rendah.

Saya pernah mendengar pendapat seorang teman mengenai alasannya kurang menyukai kegiatan membaca.

Adalah karena menurutnya membaca adalah sesuatu yang njlimet.

Benar tidak?

Saya tiba-tiba ingat sebuah majalah sekolah yang pernah saya baca (saat masih sekolah tentunya).

Dalam majalah tersebut ada sebuah cerita tentang kodok.

Setiap anak jatuh yang disalahkan kodok.

Hal ini akhirnya saya saksikan sendiri, ketika memiliki anak kecil dan tengah membawanya main ke rumah temannya.

Setiap ada anak kecil terjatuh pasti orang dewasa anggota keluarga(nya) lantas melempar kesalahan pada kodok.

Kasihan kodoknya


Menyalahkan kodok mungkin merupakan hal yang biasa bagi masyarakat. Tetapi setelah ditinjau *halah* dengan keadaan saat si anak dewasa?

Saya juga mendengar banyak sekali bentuk pelampiasan yang keliru atas kekecewaan karena sesuatu yang terjadi di luar keinginan. Salah satu contohnya adalah dengan menyalahkan pihak luar.

Apakah kebiasaan mengkambinghitamkan kodok yang sudah ditanamkan sejak kecil turut andil menjadikan anak, sosok yang kurang bertanggung jawab yang hobi melempar kesalahan yang menimpa dirinya kepada pihak luar?

Lalu setuju tidak kalau apapun yang kita tanamkan pada anak, akan menjadi kebiasaan yang ia bawa hingga ia dewasa kelak?

Berkaca dari hal ini, menurut saya kebiasaan-kebiasaan baik harus ditanamkan sejak dini, termasuk menanamkan kesukaan pada kegiatan membaca, agar tidak lagi dicap sebagai sesuatu yang njlimet.

Membaca adalah kegiatan yang asyik!

Lalu bagaimana caranya?

1. Menyediakan mainan berbentuk/mengandung unsur alfabet

Saya ingat deh dulu saat masih kecil, orang tua memberikan saya poster huruf alfabet.

Alhasil sebelum masuk SD saya sudah mampu menyebutkan nama huruf tersebut.

Yah, walau ini nggak sama dengan saya sudah bisa membaca sebelum masuk SD 😅.

Untung pelajaran waktu saya SD nggak seberat sekarang hehehe. 🤦

Tapi bukan berarti sudah bisa menulis juga wqwq


2. Menyediakan buku/majalah anak-anak

Sejak kecil ayah sudah membelikan saya majalah anak-anak.

Sejak saat itu saya semakin senang membaca. 


3. Ajak anak ke perpustakaan


Anak saya girang setiap saya ajak ke perpustakaan. Walau dia belum bisa membaca dan yang membuatnya girang bukan tentang kegiatan membacanya. Tapi karena di perpustakaan tersedia ruangan khusus anak yang dilengkapi dengan mainan yang super komplit.

Makmak irit!
PR-nya sambil diluruskan dikit-dikit yaa yang penting dia girang dulu kalau diajak ke perpustakaan. Hehehe..


4. Ajak ke pameran buku

Ini pun merupakan suatu cara yang bisa ditempuh untuk mengintimkan anak dengan kegiatan membaca.

Mom, kira-kira apa lagi yaa yang bisa dilakukan untuk menanamkan gerakan cinta membaca?


#UpdateMBC #TOBPSeptember

Tidak ada komentar