Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

Makna Kemerdekaan RI Menurut Saya, si Stay at Home Mom



"Kalau lawan Laos mungkin masih bisa tapi kalau lawan Hongkong, duh mereka tim yang berat. Indonesia nggak akan bisa!"

Percakapan tersebut berasal dari dua abang tukang bakso yang berhasil saya curi dengar saat berbelanja di pasar.

Ya, sejak kemenangan demi kemenangan yang berhasil diraih oleh tim olahraga Indonesia dalam ajang bertaraf internasional, baik sepakbola AFF maupun Asian Games yang tengah hangat diperbincangkan, membuat saya tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan momen demi momen saat para pahlawan olahraga berlaga. 

Wow dan ternyata apa yang tempo hari saya dengar dari abang bakso 1000% keliru.


Sumber gambar : https://www.instagram.com/timnasu23_ina/


Siapa yang nggak merinding melihat gerakan melayang di udaranya? Sumber gambar : https://www.instagram.com/asiangames2018/

Untuk pertama kali dalam hidup, saya ikut berteriak saat gol akhirnya tercipta di babak kedua. Untuk pertama kali juga dalam hidup, momen demi momen saat satu per satu gol berhasil membobol gawang lawang merasuk di dalam mimpi saya. 

Haaaapppy nggak ketulungan. Rasanya ritme jantung yang naik turun bercampur tegang menyaksikan akhir babak pertama seolah terbayar lunas tuntas. Sudah lupa bagaimana kecewanya mendapati empat kali kartu kuning yang diberikan wasit secara berturut-turut kepada tim Indonesia.

INDONESIA MENANG!

Indonesia berhasil melawan vonis rakyatnya sendiri.

***

Yang akhirnya menimbulkan pertanyaan sedih adalah, apakah setelah Agustus berlalu, apakah semangat patriotisme kita masih bertahan? 

Setelah perhelatan Asian Games berakhir, apakah rasa optimis yang ada di dalam dada masih bertahan? 

Saya memiliki sedikit cerita. Ini tentang komunitas lokal yang teman saya dirikan. Komunitas tersebut memiliki partisipan yang keseluruhannya adalah warga negara asing.

Para bule tersebut nantinya akan mengajar di sekolah-sekolah di sekitar komunitas.

Yang membuat saya iri adalah ketika para bule mengaku bahwa mereka lebih suka mengajar dibandingkan dengan mengunjungi tempat wisata yang ada.


Sumber gambar klik di sini


Karena mengajar murid-murid Indonesia membuat mereka merasa seperti duta dari negaranya.

Seberapa jauh jarak yang membentang, ternyata mereka masih ingat bahwa mereka adalah mereka. 

Mereka merawat budaya leluhurnya, tidak malu pada warisan nenek moyangnya. Mereka tidak menganggap norak identitas tersebut. Mereka tidak lupa meski kali itu bukan hari bersejarah bagi negaranya.

Sungguh bergetar karena justru yang saya banyak temui dari bangsa ini adalah perasaan bangga ketika berhasil memamerkan pada khalayak kalau produk yang sedang digunakan ialah made in luar negeri.

Dan mungkin saya adalah bagian dari mereka. 😭😭😭

Membicarakan agustusan, pahlawan, Asian Games membuat saya ingin berbagi sedikit pendapat tentang arti kemerdekaan itu apa.

Boleh yaa kalau saya yang cuma ibu rumah tangga ini sumbang suara hehe..

Makna Kemerdekaan RI Menurut Saya, si Stay at Home Mom



Sumber gambar: www.pixabay.com


Tidak jauh dari maknanya. Merdeka menurut saya adalah perasaan bebas untuk memiliki rasa percaya diri bahwa Indonesia pun mampu sejajar dengan bangsa lain.

Tidak hanya dalam prestasi olahraga, tapi di bidang lain seperti pendidikan, pariwisata, budaya, sains, teknologi dan semua sektor. 

Merdeka artinya bebas dari belenggu. Dan perasaan skeptis terhadap bangsa sendiri bisa jadi adalah salah satu belenggu itu. Perasaan tersebut yang akhirnya membikin kita kalah sebelum perang.

Jika kita memiliki perasaan bebas untuk percaya diri, untuk optimis, untuk cinta tanah air, tidak pantang menyerah, sedikit banyak Indonesia pasti akan bangkit.  

Dirgahayu Indonesia, Dirgahayu Negeriku. Semoga kita akan segera sampai pada sebuah titik, dimana kita mampu berdiri di atas kaki sendiri, untuk menjadi bangsa yang lebih baik. Termasuk urusan deterjen, semoga kita bisa segera mempersembahkan teknologi Indonesia untuk para ibu Jepang. 🙊

Love Indonesiaku ❤️🇮🇩🇮🇩🇮🇩

#UpdateMBC
#TOBPAgustus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh