Selain Oleh-oleh, Persiapan 8 Hal Berikut Selama Mudik

Selamat Idul Fitri 1439 H


Pernah nggak sih ibu-ibu sekalian mendapat nasehat dari orang tua untuk mengoleskan tanah yang menempel di ban mobil apabila  seorang anak rewel saat sedang melakukan perjalanan? 😲

Ada-ada saja yak?

Dan hal ini terbantah secara logis dengan klaim, 'bagaimana kalau naik pesawat, apa kita harus meminta sang pilot menghentikan laju pesawatnya dan meminta ijin keluar untuk mencolek debu yang menempel di ban pesawat?'

Hihi..

Saya lebih ekstrim Maks, karena saat hendak melakukan perjalanan ke Semarang (yang jaraknya sekitar 3-4 jam dari rumah) mertua meminta saya mengoleskan kotoran sapi di ubun-ubun bayi dengan tujuan agar ia tak rewel.

Weks!

Alhamdulillah, saya diselamatkan oleh jadwal imunisasi yang bersamaan dengan jadwal keberangkatan. 

Yap, selain travelling aka berkunjung dari satu opor ayam ke nastar keju berikutnya, satu tradisi yang tak pernah lepas dari masyarakat Indonesia di setiap lebaran adalah mudik.

Ya, walaupun tidak semua sih. Karena seperti saya, saya nggak pernah melakukan perjalanan mudik karena rumah suami dan saya hanya tetangga kecamatan. 😪

Tapi walau begitu tak berarti saya nggak merasakan dramanya perjalanan jauh bersama si kecil yaa.

Pernah saya menulis di sini.

Berdasarkan sedikit pengalaman dan obrolan bersama teman-teman di dunia per-facebook-an, kemudian saya menyimpulkan beberapa hal yang harus diperhatikan selama melakukan perjalanan mudik bersama anak,


Mainan favoritnya picture : Pixabay


1. Utamakan kenyamanan anak, bawa segala yang menjadi favoritnya, dari mainan hingga makanan favoritnya. Jangan lupa juga kenakan baju yang nyaman untuk si kecil.

2. Perhatikan bawaan. Banyaknya barang yang harus dibawa jangan sampai membikin kita lupa pada printilan yang paling esensial untuk anak ; minyak telon, baju ganti, tissue, popok dan sebagainya. Letakkan di tempat yang mudah dijangkau yaa..

3. Dilarang stres. Rileks saja. Karena biasanya kecemasan seorang ibu akan menular pada anaknya. Otomatis apabila kita rileks, anak pun ikut rileks.

4. Isi perutnya. Jangan sampai kita lakukan perjalanan jauh dengan kondisi perut si kecil yang kosong. Ini bisa menjadi pemicu kerewelan number one hikhik.

5. Jangan main kode pada suami saat sedang melakukan perjalanan. Karena suami saya sendiri tipe yang nggak peka, nggak mempan kalau dikasih kode. Suami pun lebih welcome apabila saya langsung mengutarakan maksud hati tanpa kebanyakan kode. Hihi.


Ayo ngadem di taman picture : Pixabay


6. Istirahat apabila capek. Menepi hanya sekedar untuk mencari angin segar. Hitung-hitung supaya anak tidak bosan juga yaa.

Seperti wanti-wanti suami saat kami melakukan perjalanan jauh, "Nanti bilang yaa kalau capek."

Saya ikuti dan perjalanan pun terasa nyaman. 

Ohya, tahan agar tidak terjadi cek cok, apalagi untuk  hal-hal yang tak penting. Ribut-ribut biasanya bikin perjalanan jadi nggak karuan. 

7. Kalau melakukan perjalanan menggunakan pesawat dengan jadwal penerbangan pagi buta, bisa lho langsung pakaikan anak baju yang hendak dikenakan saat terbang seperti kebiasaan mba Andra Alodita.

Jadi jika anak masih pulas, kita tinggal mengangkat tubuhnya tanpa perlu membuyarkan mimpi indahnya.

Soal mandi dan bersih-bersih bisa kita lakukan ketika ia bangun nanti.

8. Sounding sounding sounding. Ini yang selalu saya lakukan apabila hendak melakukan aktivitas yang bukan rutinitas bersama anak.

Ceritakan gambarannya, di aktivitas tersebut apa saja yang akan ditemui, sikap anak harus bagaimana dan lain-lain.

Nah, happy mudik yaa bu-ibu. Jangan lupa matikan kompor, listrik, kunci pintu dan pamit pada tetangga yang nggak mudik 😄


6 komentar

  1. Walah colek kotoran sapi ke mbunmbun anak ���� ekstrim beneran �� lebih untung klo ditempat itu gak Ada sapinya, hihi. Iya Ada2 aja ya mitos zaman old. Tapi bener juga nih Tipsnya justru membantu supaya anak GA rewel selama perjalanan ya moms ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa gitulah Bun. Maklum masih kental bgt tradisinya..

      Hapus
  2. Luh Wati ( mentaribaliholiday )13 Juni 2018 14.44

    Kalau sama si kecil di perjalanan kadang sampai bikin cemas, takutnya kondisinya menurun di perjalanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Bun apalagi jarak jauh dari malem ke malem yang bikin dia melewatkan mandi juga. Jadi gerahnya kebawa-bawa. Gerah, capek gampang drop 😭

      Hapus
  3. kode?
    kode buat apa ini bunda?
    masa ada kode kode saat mudik. eehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya misalnya kita udah capek di jalan pingin istirahat bentar tapi kita cuma bilang, "beli es seger nih siang-siang sambil duduk-duduk." Suami yang ga peka ya mengira kita memang menganggap beli es siang-siang itu asyik bukan kita butuh istirahat dulu 😅

      Hapus