Pengalaman Bertemu Disentri Ketika Hamil




Kehamilan rupanya mengubah banyak hal. Salah satu yang mencolok dan saya rasakan adalah mood swing alias emosi yang berubah cepat.

Tetiba saya sebal sesebal-sebalnya sama suami dan hobi mencari-cari kesalahannya. Hahaha.

Dan suami sebagai calon bapak untuk pertama kalinya menanggapi ini dengan tak kalah seriusnya. Yah, maklum sama-sama pengalaman pertama.

Kejadian mengesankan yang lain adalah ketika terserang disentri di umur kehamilan menginjak usia 6 bulan.

Ketika saya sedang asyik bekerja perut rasanya mules nggak karuan. Saat berada di kamar mandi bukannya mereda tapi makin menjadi.

Begitu beberapa kali sampai saya nggak nyaman rasanya karena kepergok bolak balik kamar mandi oleh orang yang sama.

Di dalam pun saya terpaksa harus menyembunyikan rintihan sakit di balik suara air dari keran.

Saya memohon izin untuk berobat.

Usai berobat hal yang membuat saya sedih karena bidan berpesan bahwa saya diminta banyak istirahat. Kelelahan menurutnya memicu kontraksi yang apabila tak ditangani dikhawatirkan akan menimbulkan keguguran. Buktinya ada bercak darah yang keluar.

Dyeeer.

Padahal sepertinya saya bekerja menurut takaran. Tak ada yang saya paksakan.

Malamnya sakit perut saya tak mereda sama sekali meskipun obat dari bidan telah saya minum.

Saya melulu dipaksa bolak balik kamar mandi oleh nyeri itu. Hal yang membuat saya khawatir adalah mau tak mau harus mengejan padahal ada bayi di perut saya. Duhhh..

Karena tak memberi efek yang berarti akhirnya saya pergi ke dokter langganan sambil membawa obat dari bidan.

Dari situlah saya tahu bahwa saya terserang disentri. Seingat saya makanan terakhir yang saya konsumsi adalah tahu uleg yang dibeli di pasar. Mungkin kehigienisannya kurang terjamin ya. Saya kurang paham juga karena hanya dibelikan.

Hal mengejutkan selanjutnya adalah ada salah satu obat yang sebenarnya tak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Oow..




Karena sakit pun berangsur mereda saya tak banyak ambil pusing oleh kejadian itu.

Hal ini membuat saya makin mawas bahwa ibu yang sedang hamil memang harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan yang akan masuk ke mulutnya.

Diare adalah penyakit yang umum terjadi di masyarakat kita. Meski terkadang disepelekan tetapi kita harus tetap waspada karena jika sampai terjadi dehidrasi ini akan berakibat fatal.

Sedangkan disentri adalah tingkatan diare yang lebih akut. Cirinya adalah rasa nyeri dan mules pada perut saat feses hendak keluar. Kotoran yang keluar bercampur bercak darah karena terjadi infeksi di bagian usus.

Disentri dibedakan menjadi 2 jenis berdasar penyebab terjadinya. Yaitu, yang disebabkan oleh shigella dan amoeba.

Penyakit ini sebenarnya akan berangsur sembuh dengan sendirinya hanya apabila rasanya sudah sangat tidak nyaman ada baiknya cepat dibawa ke dokter, terlebih apabila menyerang wanita yang sedang hamil.

Kiat mencegah terjadinya diare maupun disentri adalah,




1. Cuci tangan setiap kali setelah dari kamar mandi, setiap akan mengolah makanan ataupun ketika hendak makan. Cuci tangan harus menggunakan sabun.

2. Pastikan kehigienisan makanan selalu terjaga.

3. Perhatikan kebersihan dapur dan kamar mandi.

4. Memotong kuku secara teratur.

Tips menangani penderita diare

1. Jaga jangan sampai dehidrasi, karena jika hal ini terjadi maka bisa berakibat fatal dan dapat memicu abses hati.

2. Makan makanan yang memadatkan feses. Atau untuk memudahkan ingatan bisa disebut BRATTY (Banana, Rice, Applesuace, Toast, Tea, Yogurt).

3. Hindari makanan dengan rasa tajam, seperti rasa yang terlalu masam maupun pedas.

4. Jangan sepelekan diare. Atasi diare dengan tepat dan benar.

Ahh, kehamilan lagi-lagi memberi saya pelajaran untuk senantiasa mawas diri. Semoga bermanfaat yaa Bun..

Bunda, adakah yang pernah berpengalaman mengalami diare hebat?

Sumber gambar : pexels.com

1 komentar

  1. Kalau saya kena diare biasanya karena makanan kurang higienis.
    Gak enak banget deh kena diare.

    BalasHapus