Manfaat Jalan-jalan Bagi Anak




Kenapa sih anak kecil selain suka banget air juga demen ke luar rumah alias jelong-jelong. Nggak masalah sih kalau sore yang teduh dan udah wangi habis mandi tapi persoalannya kadang pas cuaca terik banget yaitu pukul 12an seneng ajak ke lapangan.😮

Padahal siang begitu paling enak ngadem di rumah yaa hehe.. 

Mungkin salahku juga sih karena kalau di rumah kan aku cuekin, ditinggal tidur atau bengong depan tivi 😂😂😂

Anak-anak dan orang dewasa jelas memiliki selera yang berbeda.






Bagi ibu-ibu macam aku bisa jadi bengong adalah sebuah bentuk dari me time karena lama banget nggak ada waktu buat bengong hahaha. *aku jadi ingat pernah pergi lama tanpa anak, gadget pun ketinggalan, pas nunggu antrian aku cuma bengong liat jalanan. Rencana mau dibikin blogpost tentang nikmatnya bengong tapi malah lupa *auk ah nggak penting. 😂

Dari situ aku berasumsi, anak nggak betah di rumah karena nggak ada kegiatan yang menarik buat dia, karena aku tinggal asyik nonton tivi, karena nggak ada teman selain aku *yang lagi sibuk sendiri. 

Dia bosan lalu dengan jalan-jalan anak yang emang lagi di level kepo parah bisa melihat hal-hal yang asyik buat dia, yang belum pernah dilihat sebelumnya bahkan. 

Lalu berkaca pada diri sendiri. Aku aja kalau lama di rumah juga suntuk.

Dari situ aku jadi tahu bahwa jalan-jalan adalah kegiatan bermanfaat buat anak-anak. 

Berikut manfaat jalan-jalan bagi anak versi ai yaa.. Oya di dalamnya aku selipkan cerita kami berdua. 

1. Menambah kosa kata

Anak kecil rajin sekali ya menanyakan apapun yang ia lihat. Hebatnya dia nggak membantah sedikit pun. Di sini peran ibu untuk menunjukkan dengan benar.

Aku pernah dikritik, ketika anakku menanyakan benda dengan kosa kata sulit tetapi aku yaa tetap menyebutkan sesuai dengan nama aslinya.

Kritik berbunyi, "masih anak kecil belum bisa."

Tapi aku bandel sih karena aku tetap ingin menunjukkan dia tanpa bohong. Soal kesempurnaan ucapan, perlahan pasti meningkat, aku tidak memaksa dan aku maklum karena dia masih kecil. Benar lho, Alhamdulillah gitu.. 

Sepanjang proses belajar bicaranya hampir semua kosa kata mempunyai makna. *bukan ocehan pas bayi ya bu. 

2. Membantu mengenal lingkungan sekitar 

Jalan-jalan ke luar rencana membantu ia mengenal siapa saja tetangganya, siapa nama temannya hingga letak-letak gedung, tempat beli susu, warungnya budhe siapa lah.



Sampai belom mandi nungguin anakku main



3. Melatih kemampuan sosialisasi

Belajar supaya pede salim kemudian cium tangan, berani mengungkapkan pendapat, berani menyapa, bisa bercerita kepada orang asing.

Bagaimanapun berinteraksi dengan orang lain adalah kemampuan yang harus dimiliki setiap anak. Karena ini berguna hingga ia besar nanti. Termasuk kemampuan berbicara dengan orang asing. Bisa dibayangkan betapa vitalnya karena wawancara kerja saja ngobrolnya sama orang asing.

Hmm pelajaran yang mayan menguras adrenalinku huhuh.

4. Meningkatkan kemampuan berimajinasi

Misalkan ia melihat bunga pasti merembet ke kupu-kupu, jenis-jenis bunga yang nggak ada di situ sampai pada lagu anak-anak yang temanya sama. 

Kita berdua suka cekikikan nggak jelas oleh hal ini hihi.

Penting sih menurutku karena penemu pesawat saja awalnya dianggap sinting. Bagaimana jadinya dunia ini tanpa imajinasi? Hehe. 

5. Bergerak bebas

Berlarian di taman dan lompat-lompat di lapangan serta bermain di arena permainan anak adalah hal yang ia laff. Biar bugar buk!

Sudah, sekian. ^^


Tidak ada komentar