Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

ASUS X555BP, Teman Baru Meraih Mimpi



Buatku impian adalah hal yang harus kita punya. 

Ibarat naik angkot kita memiliki tujuan. Harus berhenti dimana, harus membawa uang kira-kira berapa serta perlu membawa bekal makan siang atau tidak. 😑😑😑

Oke, setelah kita tahu harus kemana, maka kita tidak akan kaget jika di tengah perjalanan bertemu dengan suara bising. Hehehe.. 

Yang dimaksud suara bising di sini adalah pengamen yaa walau nggak melulu juga sih pengamen itu menimbulkan suara menganggu. 

*cek pengamen di sekitar Malioboro yang memainkan angklung rame-rame yang justru menimbulkan irama indah. 

Kalau menemukan pengamen yang mengganggu perjalanan? Biasanya kita akan kasih koin yaa. 

Nah, analoginya seperti itu. Jangan minder kalau ada suara bising  bungkam dengan hasil.

Dengan memiliki tujuan apa yang ingin kita capai, kita pun menjadi paham apa-apa saja yang kita perlukan.

Kebetulan kemarin sempat menulis di sini apa sajakah yang aku pingin punya di tahun ini. 

Salah satu poin mengatakan aku butuh laptop. 

Karena tanpa laptop, aku merasa kurang bisa maksimal dalam proses menulis ini. 


Pinjam di pexels


Iya aku mulai menekuni hobi lama ini setelah memutuskan berhenti bekerja untuk menemani anak di rumah. 

Sebenarnya sudah direncana sejak hamil sih besok ketika cuma di rumah akan melakukan hal apa saja dan bisa aku cicil tapi ya namanya baru punya anak sekali ini jadi belum ngrasain betapa terbatasnya waktu bebas yang dipunya. *sigh

Maka kalau banyak yang bilang, sudah kalau mau 'kerja' tunggu saja sampai anak udah gede. 

Hmm bukankah semakin ke sana masalah justru semakin kompleks ya. 

Belajar dari pengalaman pahit itu aku sekarang patuh benar pada pepatah, "Jangan menunda hingga besok apa yang bisa kamu kerjakan hari ini."

Bayangkan, anak tidur sehari sekali, kurang lebih lamanya dua jam. 

Daaan yang sudah sudah dua jam itu habis hanya untuk posting satu artikel.

Setelah ditengok yang bikin lelet adalah lamanya proses edit tampilan artikel. 

Lagi mau bikin tulisan miring misal, kita tekan lama, muncul menu, baru deh kita blok kata yang mau dibikin miring. Eh, kepleset. Mulai dari awal lagi kan? 

Hape ini pun tampaknya mulai ada kejang-kejang kalau dipakai nulis panjaaaang. 

Selain itu nggak bisa menerapkan 'sekali-merengkuh-dayung-dua-tiga-pulau-terlampaui' karena nggak bisa di-minimize seperti halnya di laptop. Hiks. 

Dan ini baru satu dua contoh yess.. 

Fokus solusi memang menjadi salah satu yang selalu kujadikan pedoman, jadi walau nggak nyanding laptop pokoknya selama warnet masih buka cus ke warnet.

Namun rupanya, semua tak seindah bayangan. Yang anak kebangunlah, anak nangis nyariin ibulah. 

Akhirnya sering banget suami sambil pasang muka sadis nyusul ke warnet bawa anak yang lagi nangis.  



Horor cedih



Huft. Kadang suka dapet bonus tatapan iba dari mas operator warnet. 

Alhasil beberapa hal belum juga aku kerjakan karena alasan lappy, seperti edit HTML untuk bikin ikon 'back to top'  juga belum sempat edit HTML untuk pasang logo.

Hal cemen tapi mendasar dan sedihnya aku belum bisa bikin disebabkan oleh hal sipil.

Eng ing eng

Bertemulah aku dengan Laptop ASUS AMD X series. 

Penampilan elegan Asus X555BP

Dari kesemua series-nya aku mau yang X555BP *ajegile main tunjuk

Seperti dikutip dalam press release-nya, ASUS X555BP merupakan Notebook Terjangkau Berlimpah Fitur Memukau karena menyatukan desain yang ikonik, performa andal serta durasi baterai yang panjang.

Asus tak hanya memiliki hardware canggih a.l prosesor AMD APU A9-9620 dual Core dan kartu Grafis Radeon R5 M420 namun Asus juga membekali produknya dengan sofware canggih khas Asus, diantaranya Iced Cool Teknologi yang membuat notebook tetap dingin meski digunakan dalam durasi yang panjang.

Wow. 

Aku suka sebel sih karena laptop lama suka cepat panas padahal belum lama pakainya. 

Notebook dengan kode nama X ini ialah lini produk yang memang dipersiapkan guna menangani tugas komputasi harian. 

Juga fitur khusus untuk menyempurnakan pengalaman multimedia yaitu Asus Audio Wizard. 

Hmm, dengar lagu lama Taylor Swift yang masih di jalur country sambil nulis asyik kali yaa.. Karena buatku pribadi proses menulis akan lebih lancar jika dilakukan sambil menikmati musik. Plus dari situ juga suka timbul ide cerita. 


Oya, dari desain sendiri Asus X555BP ini enggak katrok alias elegan

Pada finishing cover, mengadopsi teknik spun line (guratan halus) yang membuatnya agak kasar ketika disentuh sehingga tidak mudah meninggalkan sidik jari yang suka merusak pemandangan perangkat karena ngasih kesan kotor. Juga penggunaan garis-garis halus seperti rambut yang menimbulkan kesan eksentris pada perangkat ini.

Untuk kapasitas media penyimpanan Asus X555BP ini memiliki kapasitas sebesar 1 TB yang dibantu RAM 4GB DDR3.

Semakin nyaman untuk urusan transfer data karena didukung oleh beragam port antara lain HDMI, 2USB A3.0, 1 USB 3.1, audio jack, VGA port dan RJ45 LAN.

Sempat kusinggung di atas alasan aku memilih Asus X555BP adalah karena baterainya yang tahan lama, tidak cepat panas meski dipakai lama. 

Ini karena Asus X555BP menggunakan baterai polimer yang 2.5x lebih kuat dibanding jenis Li-ion silinder. Didesain dengan lower energy density sehingga dapat menghasilkan penetrasi pengisian daya yang lebih maksimal. 

Faktanya, setelah diisi ulang setelah ratusan kali pun baterai ini masih mampu menyimpan 80% dari original kapasitas. 

Yang diriku suka, Asus selalu menanamkan aplikasi berdasar permintaan penggunanya so yakin kalau produk dari Asus termasuk notebook ini sesuai dengan kebutuhan.

Yuk dipilih-dipilih laptop Asus nya.. Cangcimen..

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

Komentar

  1. Terima kasih telah berpartisipasi pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop for Everyone. Good luck.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh