5 Hal yang Harus Dibawa Saat Travelling Bersama Si Kecil



Waktu itu ada acara keluarga yaitu tradisi tilik besan ke daerah Sragen. Jarak tempat tinggal saya dan Sragen lumayan jauh yaitu kurang lebih empat jam perjalanan. Kalau pulang pergi yaa tinggal kalikan dua saja alias delapan jam. Kami menggunakan bus sewaan. 

Hmm, awalnya saya ketar-ketir juga. Ini adalah perjalanan jauh pertama saya dengan si anak. Suami juga sedang berhalangan ikut. 

Tapi gimana dong emaknya kan kangen travelling. *kuanggap ini sebagai travelling, asyik*

Hal terbesar yang dikhawatirkan saat harus bepergian bersama si kecil biasanya terletak di perjalanannya. 

Anak kecil kan berbeda dengan orang dewasa baik dilihat dari segi ketahanan fisik hingga ke pemahaman kenapa sih dia diminta duduk anteng, mereka cepat bosan dan beranjak dari tempat duduk adalah hal pertama yang mereka kira dapat membunuh bosannya 'kan? 

Maka hal pertama yang harus dibawa adalah perasaan happy si ibu agar si kecil pun ikut happy. Hilangkan ramalan-ramalan yang berseliweran di kepala ganti dengan prasangka baik, semua akan berjalan lancar meski kita travelling membawa anak. Toh kita sudah persiapkan segala sesuatunya *poin selanjutnya*

Sehari sebelum berangkat seperti biasa saya mencuci otaknya hahaha. Saya kasih dia kalimat positif. Saya meminta dia untuk nggak rewel, agar menjadi anak manis.

Saya ulangi pagi harinya beberapa jam sebelum berangkat. Dia pun angguk-angguk. *entah mengerti kagak tapi saya percaya ini berguna*

Ohya, waktu itu kita berangkat pukul tujuh pagi. Sebelum masuk bus saya pastikan bahwa perut kecilnya kenyang. Karena sumber kerewelan anak selain rasa ngantuk yaa terletak di perutnya. Orang dewasa saja suka cranky kan kalau lagi laper?

Ohya, that's why ibunya juga wajib sarapan yaa. Selain itu melakukan perjalanan jauh dengan kondisi perut kosong juga berpotensi bikin masuk angin. 

Jadi, pergilah dengan membawa perut yang kenyang.

Selanjutnya adalah membawa snack. Membawa makanan instan bisa juga. Ini memudahkan ketika jam makannya telah tiba. 

Yang selanjutnya, membawa mainan atau buku kesayangan untuk membunuh rasa bosan selama di perjalanan. Berada di kendaraan dalam waktu yang lumayan lama sangat bikin bosan kan ya? 

Selain dengan memperlihatkan pemandangan di sepanjang jalan, mainan kesukaan juga bisa menjadi obat pas rasa bosannya melanda. 

Terakhir, sediakan pakaian ganti. Yang perlu diperhatikan saat bepergian bersama anak ialah membawa apapun dalam jumlah dilebihkan karena pergi bersama anak kecil itu sangat unpredictable

Yaa contohnya sih pas harus keluar 💩💩💩.

Karena repot kan kalau apa-apa harus beli. Sangat nggak praktis apalagi kalau misalnya di tengah perjalanan. Di kasus saya pergi dengan bus pemirsaaah. Isinya nggak hanya keluarga inti yang cenderung akan memaklumi. 

Bawa pakaian dobel, bawa diapers dobel, tissue basah dan kering. Jangan lupa juga membawa minyak telon serta kaus kaki. 

Di perjalanan sih asyiknya anak lebih banyak tidur. Nah, kalau perut kenyang si anak akan lebih mudah tidurnya. 

Rewelnya hanya saat pulang karena sepertinya dia sudah sangat bosan, badan capek dan mungkin kangen lari-lari bebas. Maunya hanya keluar.

Minta gendong mbah uti, sudah ada di gendongan mba uti minta kakung. Sudah dipangku mbah kakung minta balik ke ibu. Giliran ada di tangan si ibu yaudah balik lagi ngajak keluar padahal waktu itu perjalanan masih jauh, kurang lebih dua jam. 

Hmm.. Setelah ditelusuri ternyata perutnya kembung, bajunya basah kena keringat karena udara panas di bus. 

Setelah saya balur minyak telon dan mengganti pakaiannya, sudah dia anteng lalu terlelap di pangkuan. 

*pernah saya ceritain di sini

Bahagiaaaanyaaa.. 

Ohya, kalau di perjalanan jauh biasanya sopir akan berhenti sejenak entah itu ambil wudhu buat sholat atau mandeg untuk isi bensin jadi gunakan waktu istirahat itu untuk menghirup udara segar dengan keluar dari kendaraan.

Ibu, pasti punya pengalaman seru yaa waktu pergi sama si kecil. Cerita juga dong.. 😉



Tidak ada komentar