Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

Waktu

Coba coba mengigat apa saja yang kulakukan seharian ini ketika seseorang di dalam kaca mendadak melempariku pertanyaan, "apa kegiatan produktifmu hari ini?"

Satu pertanyaan belum menemukan jawaban tetiba teman-temannya datang, "kalau kemarin?"

"Kalau dua hari yang lalu?"
"Seminggu yang lalu?"
"Pas masih abege?"
"Pas baru lulus SMA?"
"Pas belum kerja?"
"Pas hamil?"
"Pas anak masih tidur mulu?"

*pusingpalabebeb*

Padahal Dewa Eka Prayoga saja sudah berhasil mengumpulkan 1 milyar pertamanya di usia 21. Avril Lavigne berhasil mengeluarkan debut album di umur yang baru 19. Taylor Swift, under 30 bahkan namanya sudah mendunia. Teman sekolah, bahkan sudah berhasil menjadi CEO lalu berhasil membawa serta komunitasnya sampai luar negeri.

Mengharumkan nama orang tua, daerah dan negara 'kan?

Bukankah kita diberi jatah 24 jam yang sama dimana setiap menitnya sebanyak 60 hitungan, pas tidak kurang tidak lebih.

Sama.

Yang membedakan?


Semua ini berasa setelah punya anak dan waktu makin terasa sempit. RASAIN.

Curi-curi waktu buat post artikel untuk blog saja susahnya sampai bikin pingin pingsan. Baru juga punya niat nyisipin gambar ehh si anak udah, 'ngeeek.. Buk!'

Hello apa kabar saya yang dulu luber free time tapi cuma dihabisin untuk kegiatan nggak jelas?

Tidur sampai siang.
Jalan jalan tanpa manfaat.
Nonton tivi.
Begadang denger radio sampai kantung mata menghitam.
Fb walking.
Instagram walking.
Baca gosip artis.
Duduk duduk santai sama teman-teman.


Doh, aku pingin nangiiis.

Manusia berubah perlahan karena kalau secara drastis biasanya tidak bertahan lama. Aku banget sih!

Semua juga tahu yaa kalau hal yang tidak bisa kembali adalah waktu.

Ini yang melatarbelakangi kenapa diriku begitu getol mungutin sisa sisa waktu di antara tugas momong. Meski nafas ngap-ngapan.

Tidur tengah malam, bangun pagi pagi. Siang hari ketika anak tidur milih melek ngerjain 'tugas'. Dulu anak tidur selalu ikut tidur.

Cuma pingin menebus dosa karena dulu suka buang buang waktu. Serius.

Satu harapanku, besok tua tak ada lagi sesal kayak yang aku rasakan sekarang : kebutuhan makin banyak tapi waktu semakin sempit, yang paling krasa.

Yuk berjuang mumpung kita masih muda, mumpung ortu masih sehat dan yang pasti mumpung anak belum membutuhkan banyak biaya.. hehehe..

Mari tunda tidur.

Selamat memanfaatkan waktu yaa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh