Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

Semisal Aku Jadi Mertua




Ada banyak hal yang berubah sejak menjadi seorang ibu. Ehm!

Di luar pengalaman sensasional saat melahirkan, beragam rasa telah saya alami.

Kalau kemarin curhat soal kebebasan yang seolah direnggut di Sisi Lain Anak, kali ini tentang pola pikir dalam menjatuhkan beragam pilihan.

Terbiasa berfikir grasak grusuk jangka pendek, saat menjadi ibu maka dituntut harus gemulai namun cermat, jangka panjang, gesit dan bercabang.

Hmm, bercabang pemirsah..😂

Oya, mungkin kebawa gerakan anak yang serba berlatih jadinya daku merasa kebawa lelet.😕

Contoh paling simple, kalau dulu uang lima puluh ribu bebas digunakan untuk jajan, sekarang baru merasa plong membelanjakannya saat menengok baju dan pernak-pernik anak ada di level 'masih-bagus-belum-usang.'

Biasalah naluri ibukibuk, selalu ada pernik anak yang bikin kepincut.

Apalagi anak perempuan. Adaaa aja yang kurang. Adaaa aja yang nyimut. Adaaa aja adaaa aja..

So, diri ini dengan sendirinya melipir di antrian sekian.

Baru-baru ini ku mulai hitung menghitung biaya sekolahnya kelak. Baru sekolah dasar lho dan hasilnya fantastis.

Tapi weekend gini males nggak sih mikirin target tabungan yang harus tercapai?

Ngayal aja yuk, asyik kayaknya 😌

Semisal aku jadi mertua, ingin menjadi seperti apa?

• Pingin jadi mertua yang gaul. Asyik kan kalau nongkrong di coffe shop sama mantu? Lol. Bisa jadi hal ini udah nggak nge-hits.

• Jadi mertua sekaligus tempat sampah mantunya. Nanti diolah jadi blogpost deh. 😎

• Jangan jadi mertua yang galak. Meski galak tanda sayang tapi kalau sayang jangan galak. (?)

• Menjadi mertua dengan pola pikir terbuka.

Hehehe..

Saya sadar kok karena belum melalui proses menjadi mertua semua terasa ringan saat dibayangkan.

Apapun itu, semoga besok bisa menjadi mertua idaman..

Oke, sekarang berjuang menjadi dan mencipta mantu idaman dulu kali yaa..

*Ohiya, ini bukan curhat colongan tapi merupakan kumpulan pendapat teman-teman saya.

Sekian, lope.

Komentar

  1. Pengen jd mertua yang disayang mantu hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaaa.. Kok bisa lupa yaa yang seharusnya di nomer satu.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh