Cara Sederhana Saya Lepas dari Jerat Middle Income Trap Bareng Jenius

Gambar
Setelah menjadi ibu dan memutuskan untuk nggak bekerja saya mengalami banyak perubahan. Bukan tentang rasa bosan dengan ruang lingkup IRT yang amat terbatas. Toh, hal tersebut sudah berhasil saya hempas. Hihihi..

Yuk baca curhatan saya di sini.
Yaitu sebuah masalah klasik yang menjangkit sebagian besar pasangan muda sekaligus baru pertama punya anak. Ketika sumber pendapatan berkurang namun kebutuhan hidup justru semakin banyak. Tapi, ketika sumur baru berhasil dibuat, ehh kenapa tetep nggak punya tabungan ya?

Yeay, Akhirnya Saya Sadar!
Dengan mepetnya finansial setelah resign, saya akhirnya sadar bahwa keuangan saya selama ini memang nggak sehat. Beberapa hal yang membuat saya akhirnya sadar adalah :

1. Saya nggak punya tabungan. Yes, sepanjang saya bekerja saya nggak punya saldo di rekening dengan nominal yang berarti.

2. Ketika butuh sesuatu yang bersifat darurat saya nggak punya dana cadangan.

3. Saya memimpikan sesuatu tetapi saya nggak sanggup beli padahal harganya masih rasiona…

Pengakuan Dosa


Hari ini saya dapat pelajaran berharga.

Sore kemarin seperti biasa kita jalan bertiga, saya, anak dan suami.

Di tengah jalan menuju pom bensin dalam pikiran tetiba menyelinap kata syukur.

Terbayang apa yang terjadi dua tahun belakangan ini.

Ya dua tahun terakhir profesi saya berubah, dari wanita pekerja menjadi wanita rumahan yang nemenin anak main.

Yaa betul ibu rumah tangga alias tukang momong. FULL yaa! Hal ini sudah saya niati sejak hamil. Ketika itu saya yang cinta banget sama pekerjaan melamun, melamunkan nantinya setelah lahiran mungkinkah rela resign demi anak. Ngebayangin cuma di rumah kok berat yaa.. Pasti bosen banget.. *TimRealistis

Saya lupa lebih dulu 'penyuluhan' tentang pentingnya dua tahun pertama bagi anak atau kesadaran bahwa ibu lah sekolah pertama untuk anaknya. Saya lupa! Yang pasti keputusan lalu saya buat : saya resign untuk momong di rumah. Saya mau olshop-an HAHA!

Syukur yang saya rasakan tadi adalah dulu ketika punya uang saya termasuk yang boros minta ampun.

Liat baju kalo bagus beli, padahal tidak butuh, tragisnya sampai rumah bajunya yaa nggak bagus bagus amat. Berakhir menjadi tumpukan.

Ketemu sepatu.
Ketemu eyeliner.
Ketemu bb cream.
Ketemu bedak.

Ketemu mug motif zebra, ketemu snack, ketemu tepung brownis instan, ketemu kacang ijo pun dibeli!

Ending-nya tak terpakai. 😭😭😭

Kemudian ketika di rumah otomatis pemasukan menurun, ketika pegang uang pun yang diinget anak.
Lantas saya sadar. Alloh baik banget. Saya diginiin. Status saya dibikin mulia jadi ibu yang ngerawat anak bukan jadi karyawan yang di-phk misal, bukan dijadiin orang malang yang nggak dapet dapet kerjaan, bukan dijadikan orang yang mudah ngutang, bukan dijadikan maling karena pingin ini pingin itu nggak kesampaian.

Saya bersyukur, sekali lagi bersyukur SAYA DIJADIIN IBU YANG NGERAWAT ANAK bukan jadi karyawan yang di-phk misal, bukan dijadiin orang malang yang ga dapet dapet kerjaan, bukan dijadikan orang yang mudah ngutang, bukan dijadikan maling karena pingin ini pingin itu nggak kesampaian yang kemudian bikin saya sadar, kesempitan membuat kita mikir bahwa ketika lapang mungkin kita terlalu boros.

Alloh nggak suka sama orang boros. Alloh nggak suka saya boros. Alloh cinta sama saya. Alloh baik sama saya.

Saya bersyukur, kemudian saya peluk anak di pangkuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak : BIORE UV AQUA RICH Watery Essence spf 50+ PA++++

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Langkah Sederhana yang Terbukti Ampuh